Oktober 5, 2022

Religius Warga Bali Patut Ditiru, Bangun Ruang Ibadah Pribadi 30 Jutaan Agar Rutin Ibadah

2 min read

Provinsi Bali—Siapa tak tau dan tak mengenal dekat sejumlah tempat destinasi wisata di wilayah Pulau Bali berarti Kudet (Kurang Update) walau cuma googling, keindahan lokasi wisata yang jadi target holiday WNA, dan keramahan warga nya menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis domestik dan internasional sedunia.

Namun siapa sangka ada pengalaman menarik diluar keindahan alam provinsi itu setelah tim manajeman TangerangSejahtera.com yang mendapat kesempatan berkunjung diakhir pekan ini, dan dengan sebelumnya wajib mengikuti seleksi teknis protokol kesehatan (prokes) covid-19 dimulai Bandara Soetta sampai Bandara I Ngurah Rai.

Saat Tim mendarat dipintu keluar sudah berjajar para petugas kesehatan memakai rompi kuning dan mempersilahkan para pengunjung membuka aplikasi peduli lindungi dan mengisi maksud tujuan di fitur tertentu, dan tim pun sudah ditunggu petugas travel dan disinilah ada hal menarik yang patut ditiru dari kehidupan religius warga Bali yang mayoritas agamanya Hindu itu hasil obrolan sepanjang jalan dengan sopir mobil travel tersebut.

Sengaja tim memilih duduk di kursi depan berdampingan dengan sopir mobil supaya bisa ngobrol dan bertanya apa yang dilihat sepanjang jalan karena kebetulan sopir itu warga asli Kabupaten Singaraja Provinsi Bali.

“Warga Bali itu kehidupan religiusnya jadi prioritas dan setiap waktu (pagi. Siang, sore) kami beribadah kepada Tuhan YME, maka tak heran hampir setiap rumah ada ruang khusus beibadah yang dibangun pribadi dengan nilai biayanya variatif,” ujar Bli sopir travel saat ditanya tentang bangunan yang mirip Pura dengan ornamen khas Bali.

Memang saat diamati oleh tim hampir setiap rumah disepanjang jalan yang tak ada ruang ibadah yang model dan luasnya berbeda-beda namun memiliki warna bentuk yang nyaris sama.

“Biaya untuk pembuatan ruang ibadah pribadi itu variatif tergantung kualitas dan modelnya, namun bisa mencapai minimal 30 jutaan sampai ratusan juta untuk pembuatannya,” ungkap Bli seraya tangannya menunjuk kearah beberapa rumah yang terlihat ada bangunan Pura nya.

Dia juga mengungkapkan ritual ibadah itu dilakukan setiap waktu dan tak pernah absen bila di rumahnya ada ruang ibadah, dan setiap waktu juga ada ibadah yang dilaksanakan secara kelompok dan di Pura yang kapasitasnya lebih besar. “Kami menjaga tatanan kehidupan religius dengan sebaik-baiknya untuk kebahagiaan dunia dan akhirat,” pungkasnya. (Tim)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *