KABUPATEN TANGERANG — Seorang warga Desa Tipar Raya, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, berinisial AM (19), terduga pelaku pembunuhan, diamankan pihak kepolisian di rumahnya sebelum sempat menyerahkan diri.
Ketua RT setempat, Andi, membenarkan adanya penangkapan yang dilakukan oleh jajaran Polres Kabupaten Tangerang terhadap salah satu warganya.
Penangkapan dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB di kediaman AM yang berada di Kampung Tipar Madrasah, RT 02/05, Desa Tipar Raya.
“Betul, ada penangkapan oleh pihak kepolisian terhadap salah satu warga kami yang diduga sebagai pelaku pembunuhan di wilayah Kecamatan Jambe,” ujar Andi.
Menurut Andi, keseharian AM dikenal warga sebagai guru ngaji, berperilaku baik, sopan, dan aktif berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Fakta tersebut membuat warga terkejut dan tidak menyangka AM terlibat dalam kasus pembunuhan.
“Kami semua kaget. Selama ini AM dikenal baik, sopan, dan menjadi guru ngaji di lingkungan sini. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Tipar Raya, Lala Sutawijaya, yang membenarkan bahwa terduga pelaku sebenarnya berniat menyerahkan diri kepada pihak berwajib.
“Memang benar ada penangkapan. Sebenarnya yang bersangkutan ingin menyerahkan diri karena menyadari perbuatannya salah, namun keburu didatangi polisi,” kata Lala.
Ia menjelaskan, keluarga AM sempat memanggil dirinya ke rumah untuk menyampaikan pengakuan bahwa AM telah melakukan pembunuhan.
Namun, sebelum proses penyerahan diri dilakukan, pihak kepolisian lebih dulu datang dan mengamankan terduga pelaku.
“Sekitar jam sebelas malam dia mengaku dan berniat menyerahkan diri. Keluarganya meminta saya mengantar, tapi tidak lama kemudian polisi datang dan langsung menjemput AM,” jelasnya.
Lala menambahkan, AM memiliki sebuah pondok ngaji untuk anak-anak dan warga sekitar yang dibangun oleh orang tuanya. Terkait motif pembunuhan, pihak desa mengaku tidak mengetahui secara pasti dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum.
“Saya tidak tahu motifnya apa. Katanya korban adalah teman dekatnya sejak sama-sama mondok dulu di Tenjo. Untuk detailnya biar kepolisian yang menjelaskan,” pungkas Lala.
Saat penangkapan berlangsung, kata Lala, aparat kepolisian datang dengan beberapa kendaraan sebagai bagian dari prosedur pengamanan.
(Source; kabar6.com)









