KABUPATEN TANGERANG — Ditengah libur panjang banjir mengepung sejumlah pemukiman di Kabupaten Tangerang, dilaporkan banjir terjadi di delapan kecamatan dengan ketinggian 30 sentimeter hingga satu meter.
Saat dikonfirmasi Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada BPBD Kabupaten Tangerang, Agun Guntara, mengatakan banjir terjadi karena intensitas hujan tinggi dan disusul dengan luapan beberapa sungai.
“Penyebab banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan beberapa sungai hingga banjir ke pemukiman. Penyebab banjir juga terjadi karena ada tanggul yang jebol di Pasar Kemis-Rajeg,” kata Agun, Rabu (29/1/2025).
Diungkapkannya, 8 Kecamatan yang terdampak banjir antara lain Rajeg, Sepatan, Sepatan Timur, Kosambi, Pakuhaji, Mauk, Gunung Kaler, dan Pasar Kemis.
Agun menyatakan, banjir tidak terjadi secara serentak di delapan wilayah tersebut. Misalnya, di Kecamatan Pakuhaji, banjir terjadi pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB karena hujan dengan intensitas tinggi.
Sementara di Kecamatan Kosambi, banjir dilaporkan terjadi pada Rabu sore karena sungai Kali Perancis yang meluap.
Akibat luapan Sungai Kali Perancis ini, total 2.500 kepala keluarga (KK) dari lima RW terdampak banjir dengan ketinggian 70 sentimeter. Dari data sementara BPBD Tangerang, korban banjir di Kecamatan Kosambi paling banyak dibanding tujuh kecamatan lainnya.
“Hampir 70 persen korban yang merupakan warga perumahan Duta Bandara Permai mengungsi ke wilayah yang lebih aman,” ujar dia.

Dalam situasi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang bergerak membuka dapur umum untuk membantu warga terdampak banjir. Dapur umum menjadi salah satu solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan pangan para korban banjir.
“Dapur umum menjadi salah satu solusi dalam penanganan sementara bagi para korban banjir, lantaran masyarakat terdampak banjir belum bisa beraktivitas normal karena banjir tersebut,” kata Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Tangerang, Suparji Rustam, Rabu (29/1/2025).
Suparji mengatakan bahwa pihaknya telah mendistribusikan berbagai jenis bantuan yang sangat dibutuhkan oleh para korban dan pihaknya telah mendistribusikan bantuan logistik untuk kebutuhan para korban banjir, seperti Air mineral, biskuit bayi, mie instan, roti beras dan selimut.
(Kutif)









