KABUPATEN TANGERANG — Titik terendah sebuah daerah adalah ketika warganya bukan meminta pertolongan ke gubernurnya, tapi ke gubernur daerah lain.
Hal ini terjadi pada warga Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Dalam video amatir yang beredar di media sosial, mereka berunjukrasa turun ke jalan untuk meluapkan aspirasinya terkait rusak parah dan buruknya ruas jalan diwilayah tersebut.
Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “kang dedi segera turun ke Banten” sementara jelas – jelas Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini adalah Gubernur Jawa Barat.
Rasa kecewa warga Pakuhaji ini dipicu atas penanganan perbaikan akses jalan yang diperbaiki oleh pihak Pemkab Tangerang atau oleh Provinsi Banten hanya ditambal – tambal saja yang menurut warga tidak lama kemudian rusak kembali. Sebelumnya kekecewaan warga diperlihatkan dengan penanaman pohon pisang di tengah ruas jalan.
Seharusnya ini menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, khususnya Gubernur Provinsi Banten dan jajarannya. ” Ini tamparan keras dari warga, terutama untuk gubernur banten karena sudah dibanding – bandingkan dengan gubernur daerah lain” ucap warganet @Asllyou
Sementara Suminta Damhuri, aktivis Kabupaten Tangerang dari Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Kajian Kemajuan Bangsa Indonesia (LSM GKKBI) mengatakan wajar jika warga marah dan harus mempertanyakan kemana anggaran untuk perbaikan jalan ini, menurutnya banyak pos anggaran di Pemkab Tangerang yang kurang terlalu tepat, seperti Anggaran Titik Nol, Renovasi Gedung Sekda, Pembangunan Gapura Kabuapaten Tangerang dan semuanya bernilai Miliaran Rupiah.
“Bukan tidak penting itu semua, tapi skala prioritas dulu karena infrastruktur jalan itu sentral sekali ” ucapnya kepada Pikiran Rakyat Jabar, Senin (23/2/2026)
Pemkab Tangerang sendiri telah menyiapkan anggaran sebesar Rp7,4 miliar dalam APBD 2026 untuk pembangunan Jalan Raya Pakuhaji–Sepatan. Jadwal Perbaikan proyek tersebut sedang dalam proses lelang, dengan target mulai dikerjakan pada awal Maret 2026
“Kalau sudah dibanding – bandingkan begini minimal sadar diri atau tau malu lah ” tutupnya singkat.
(Pikiran Rakyat Jabar)









