Saat terjadi banjir, hal terpenting dilakukan adalah tetap tenang dan segera mematikan aliran listrik serta gas untuk menghindari sengatan listrik dan kebakaran.
Segera amankan dokumen penting, evakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi, dan hindari berjalan/berkendara di arus air yang deras.
Pantau informasi resmi dari BPBD/BMKG dan gunakan masker serta sepatu boots untuk perlindungan.
Berikut adalah panduan langkah-langkah detail saat banjir terjadi:
Tindakan Darurat Pertama:
Matikan listrik dan gas: Padamkan seluruh aliran listrik dari sumber utama (MCB) dan tutup keran gas guna mencegah korsleting atau kebakaran.
Evakuasi segera: Pindah ke tempat yang lebih tinggi (lantai 2 atau pengungsian) jika air terus naik.
Amankan dokumen: Bawa tas siaga bencana yang berisi dokumen penting (KTP, KK, ijazah, surat berharga) ke tempat yang aman/kedap air.
Keamanan Diri Saat Banjir:
Hindari arus deras: Jangan berjalan atau berkendara menerobos genangan air, karena air sedalam 15 cm sudah cukup menjatuhkan orang dan arus deras dapat menghanyutkan mobil.
Waspada kabel: Jangan menyentuh peralatan listrik yang terendam atau kabel yang jatuh.
Gunakan APD: Gunakan sepatu boot dan sarung tangan untuk menghindari infeksi dari air banjir yang kotor.
Pasca Evakuasi & Pantauan:
Pantau Informasi: Dengar informasi terkini dari radio, media sosial resmi BPBD, atau pemerintah daerah.
Siapkan Logistik: Pastikan ketersediaan makanan kering, air bersih, obat-obatan, senter, dan baterai.
Kesehatan: Hindari mengonsumsi air banjir dan segera cuci tangan dengan sabun.
Tindakan Setelah Banjir Surut:
Waspada saat masuk rumah: Pastikan rumah benar-benar kering sebelum digunakan kembali.
Periksa Instalasi: Periksa instalasi listrik dan gas sebelum menyalakannya kembali.
Kebersihan: Bersihkan rumah dari sisa lumpur dan kotoran untuk mencegah penyakit.
(Red)









