Abuya Syech Ahmad Suhari, Ulama Tarekat Berpengaruh dari Cibeber Cilegon

Senin, 26 Januari 2026 - 08:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILEGON, BANTEN – Nama Abuya Syech Ahmad Suhari dikenal luas oleh kalangan jamaah tarekat dan masyarakat Banten, khususnya di wilayah Cibeber, Kota Cilegon. Beliau merupakan sosok ulama kharismatik, guru spiritual, sekaligus tokoh penting dalam perkembangan Tarekat Qodiriyyah wa Naqsyabandiyyah di Banten bagian barat.

Hingga kini, jasa dan warisan keilmuannya masih hidup melalui majelis dzikir, para murid, keturunan, serta tradisi haul akbar yang rutin digelar setiap tahun di makam beliau.

Latar Belakang dan Silsilah Keilmuan
Abuya Syech Ahmad Suhari memiliki nama lengkap Syekh KH. Ahmad Suhari bin KH. Mas Tho’if. Sejak muda, beliau menempuh jalan keilmuan Islam dengan mendalami ilmu syariat, tasawuf, dan tarekat.

Dalam perjalanan spiritualnya, Abuya Ahmad Suhari tercatat sebagai murid langsung dari Syekh KH. Tb. Asnawi Caringin, salah satu mursyid besar tarekat Qodiriyyah wa Naqsyabandiyyah di Banten. Dari gurunya inilah, beliau memperoleh ijazah dan amanah tarekat, sekaligus melanjutkan mata rantai sanad keilmuan tasawuf yang telah berkembang di Banten sejak abad ke-19.

Peran dalam Tarekat dan Dakwah
Sebagai seorang mursyid dan pembimbing rohani, Abuya Syech Ahmad Suhari aktif membina jamaah melalui:

• Majelis dzikir dan wirid tarekat
• Pengajian keislaman
• Pembinaan akhlak dan spiritual umat

Pusat aktivitas dakwah beliau berlokasi di Cibeber, Cilegon, yang kemudian berkembang menjadi salah satu titik penting penyebaran tarekat di wilayah Banten. Jamaah yang dibimbing tidak hanya berasal dari Cilegon dan Serang, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Tangerang, Pandeglang, bahkan hingga luar Provinsi Banten.

Kehidupan Keluarga
Dalam kehidupan keluarga, Abuya Syech Ahmad Suhari dikenal sebagai sosok sederhana dan bersahaja. Beliau dikaruniai tujuh orang anak, yang sebagian besar menetap di wilayah Banten. Hingga kini, keturunan dan dzuriyat beliau masih aktif menjaga tradisi keilmuan, spiritual, serta hubungan dengan jamaah tarekat.

Wafat dan Tradisi Haul
Abuya Syech Ahmad Suhari wafat dan dimakamkan di Komplek Makam Astana Cibeber, Kota Cilegon. Sejak wafatnya, masyarakat dan jamaah secara rutin menggelar haul akbar sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk beliau.

• Acara haul biasanya diisi dengan:
• Pembacaan shalawat
• Dzikir dan istighotsah
• Doa bersama
• Tausiyah ulama tarekat

Haul Abuya Ahmad Suhari kerap dihadiri ribuan jamaah, tokoh ulama, serta masyarakat dari berbagai daerah, menandakan besarnya pengaruh dan kecintaan umat kepada beliau.

Warisan Spiritual:
Warisan terbesar Abuya Syech Ahmad Suhari bukan hanya berupa makam atau tradisi haul, tetapi jaringan spiritual tarekat yang terus hidup. Para murid dan penerus beliau melanjutkan ajaran tasawuf yang menekankan:

• Keikhlasan
• Kedekatan kepada Allah SWT
• Akhlakul karimah
• Kesetiaan pada syariat Islam

Jejak dakwahnya menjadikan nama Abuya Ahmad Suhari sebagai salah satu tokoh ulama tarekat penting dalam sejarah Islam Banten, khususnya di wilayah Cilegon dan sekitarnya.

• Abuya Syech Ahmad Suhari adalah gambaran ulama yang mengabdikan hidupnya untuk dakwah, pembinaan umat, dan penyebaran nilai-nilai tasawuf Islam. Hingga kini, nama dan ajarannya tetap hidup di tengah masyarakat, menjadi sumber inspirasi spiritual bagi generasi penerus.

Baca Juga :  Ribuan Jamaah ASN Antusias Ikuti Acara "Tangerang Mengaji" Dipimpin Abuya Muhtadi dan Wapres ke-13 KH Ma'ruf Amin

(Kutif)

Berita Terkait

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Hadiri Pengajian Rutin Bulanan di Kediaman Haji Enju Tokoh Rajeg
Hadiri Peringatan Maulid Nabi Wabup Intan Ajak ASN Pemkab Tangerang Teladani Akhlak Rosulullah SAW
Targetkan Kemenangan ke-6, Pemkab Tangerang Resmi Buka Seleksi Kafilah MTQ ke-24 Provinsi Banten
Malam 1 Muharram 1448 Hijriyah Bupati Tangerang Hadiri Grebek Suro Kirab Budaya dan Pagelaran Wayang Kulit di Panongan
Pemotongan Gaji ASN Sebesar 2,5% untuk Zakat Profesi Dipertanyakan, Silahkan Disimak
Hari Raya Idul Fitri Warga NU dan Muhammadiyah Tahun Ini Berpotensi Bareng
Info aja, Shalat Tarawih di Masjidil Haram Arab Saudi 10 Rakaat plus 3 Witir
Abuya Bustomi Cisantri, Ulama Banten terkenal dengan keberanian dan berbagai karomahnya.
Berita ini 454 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Hadiri Pengajian Rutin Bulanan di Kediaman Haji Enju Tokoh Rajeg

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Hadiri Peringatan Maulid Nabi Wabup Intan Ajak ASN Pemkab Tangerang Teladani Akhlak Rosulullah SAW

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Targetkan Kemenangan ke-6, Pemkab Tangerang Resmi Buka Seleksi Kafilah MTQ ke-24 Provinsi Banten

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:10 WIB

Malam 1 Muharram 1448 Hijriyah Bupati Tangerang Hadiri Grebek Suro Kirab Budaya dan Pagelaran Wayang Kulit di Panongan

Minggu, 5 April 2026 - 16:21 WIB

Pemotongan Gaji ASN Sebesar 2,5% untuk Zakat Profesi Dipertanyakan, Silahkan Disimak

Berita Terbaru