Abuya Bustomi Cisantri, Ulama Banten terkenal dengan keberanian dan berbagai karomahnya.

Senin, 26 Januari 2026 - 22:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abuya Bustomi Cisantri Pandeglang

Abuya Bustomi Cisantri Pandeglang

Abuya Bustomi, nama lengkap beliau Ahmad Bustomi bin Ahmad Jasuta (Abuya Jasuta) adalah pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al Hidayah Cisantri Pandeglang Banten.

Semasa hidupnya beliau dikagumi oleh para Kiyai dan disegani para Jawara Banten. selain masyhur dengan berbagai karomahnya Abuya Bustomi disebut-sebut juga sebagai seorang wali Allah.

‎Gelar Abuya yang disandangnya dari masyarakat karena keilmuannya. arti kata Abuya itu sendiri merupakan sebutan untuk seorang kiyai yang telah mencapai maqom tertentu dalam Ma’rifat

‎Saat Abuya Bustomi mengaji di Mama Bakri Sempur Purwakarta, beliau diperintahkan oleh gurunya itu untuk mengaji Ke KH.Busyrol Karim Kresek Garut yang akrab disapa Mama Oco garut.

‎Sebelum berangkat, mama Sempur memerintah Abuya Bustomi untuk berpuasa amalan yang telah diberikan, kelak amalan itu akan berguna di sana.

‎Berangkatlah Abuya Bustomi ke Garut Jawa Barat. tetapi sesampainya disana KH.Busyrol Karim sedang sakit, hingga sampai satu bulan lebih Abuya Bustomi sama sekali belum mengaji dengan kiyai karena sedang sakit. para santri telah disebar ke berbagai daerah untuk mencari obat demi kesembuhan Mama Oco, namun belum ada yang bisa menyembuhkan beliau. dikisahkan Mama Oco sakit lantaran ketika saat berzikir tiba-tiba di depannya ada dua ular hitam karena kaget Mama Oco memukul satu ular tersebut hingga mati dan ular satunya lagi kabur.

‎”Ular adalah satwa berbahaya yang memang hukumnya Sunnah untuk dibunuh, namun ternyata dua ular tersebut adalah jelmaan jin,”

‎Atas Kejadian itu, para jin melapor kepada rajanya bahwa temannya baru saja dibunuh oleh bangsa manusia. Mendengar hal itu tentu saja raja jin marah dan mengambil paksa ruh royat Mama Oco untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Hal inilah yang menjadi sebab Mama Oco sakit.

‎Obat masih terus dicari, sementara mama Oco tak kunjung sembuh. hingga suatu malam Putra Mama Oco bermimpi bahwa orang yang bisa menyembuhkan Mama oco adalah seorang santri baru yang berasal dari Banten. Abuya Bustomi pun demikian bermimpi bertemu dengan Mama Sempur. dalam mimpinya mama Sempur menyuruhnya untuk segera menggunakan ilmu amalan dari mama Sempur untuk menyembuhkan Mama Oco.

‎Keesokan harinya Putra Mama Oco mengumpulkan semua santri yang jumlahnya1500 orang lebih dan menceritakan mimpinya bahwa yang akan menyembuhkan Mama Oco adalah santri baru yang berasal dari Banten.

‎diminta lah santri yang berasal dari Banten untuk memisahkan diri. Setelah semua Santri dari Banten dipisahkan, putra Mama Oco tidak menemukan santri baru dari Banten yang hadir di majelis, yang ada hanya santri lama. seorang santri memberitahu bahwa ada satu santri baru dari Banten yang belum pernah mengaji dan belum tiba di majelis, maka dipanggil lah Abuya Bustomi untuk segera ikut Putra Mama Oco menuju kamar Mama Oco.

‎Di kamar Mama Oco, Abuya Bustomi langsung melaksanakan shalat dua rakaat dan menggunakan amalan dari Mama Sempur lalu masuk ke alam jin.

‎Setiba di alam jin, Abuya Bustomi segera menemui Raja Jin dan meminta pembebasan ruh royat nya Mama Oco yang disandera.

‎perdebatan antara Abuya Bustomi dengan Raja Jin pun tidak terhindarkan dan berlangsung cukup lama, berbagai kitab telah digunakan oleh Raja Jin untuk mencari dalil dalam menentukan siapa sebenarnya yang bersalah.

‎Ucapan Abuya Bustomi mengakhiri perdebatan dan berkata ini kesalahan anakmu. Anakmu masuk ke rumah bangsa manusia tanpa mengucapkan salam sambil menyerupai satwa berbahaya yang sunnah dibunuh menurut agama.

Raja jin menerima kalah dan merasa bersalah. Sebagai permintaan maaf, Raja Jin menawarkan apapun yang Abuya Bustomi mau, namun Abuya Bustomi menolaknya dan berulangkali Raja Jin menawarkan barang-barang mewah kepada beliau, namun Abuya selalu menolaknya. Abuya Bustomi hanya minta didoakan agar memperoleh ilmu yang bermanfaat.

Baca Juga :  Hari Ini MTQ ke-16 Tingkat Kota Tangsel Mulai Digelar di Kecamatan Setu

(Kutif)

Berita Terkait

Abuya Syech Ahmad Suhari, Ulama Tarekat Berpengaruh dari Cibeber Cilegon
Mengenal Buya Amin Koper, Ulama Besar Kresek Tangerang dan Poros Keilmuan Ulama Banten
Jadwal Mulai Puasa dan Lebaran Muhamadiyah Berbeda dengan Pemerintah beda Sehari
Jelang Tahun Baru 2026 Pengajian Rutin Ulama Umaro Kecamatan Tigaraksa Digelar di Desa Sodong
Jelang MTQ Kabupaten Tangerang 8 – 13 Januari 2026 Panlok Kecamatan Pagedangan telah Dibentuk dan Dikukuhkan
Warga Desa Pasir Bolang Tigaraksa Sukses Menggelar Lomba ‘Mamaca’ Manaqiban Syech Abdul Qodir Jaelani
MTQ ke-3 Desa Cireundeu ‘Kampung Kerupuk’ Siapkan Doorprize Umroh dan Dihibur Komedian Azis Gagap
Pahrurroji Ketua LPTQ Tigaraksa Mengajak Semua Stakeholder Memberantas Buta Aksara Al Qur’an
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 22:40 WIB

Abuya Bustomi Cisantri, Ulama Banten terkenal dengan keberanian dan berbagai karomahnya.

Senin, 26 Januari 2026 - 08:44 WIB

Abuya Syech Ahmad Suhari, Ulama Tarekat Berpengaruh dari Cibeber Cilegon

Minggu, 25 Januari 2026 - 08:52 WIB

Mengenal Buya Amin Koper, Ulama Besar Kresek Tangerang dan Poros Keilmuan Ulama Banten

Kamis, 8 Januari 2026 - 09:06 WIB

Jadwal Mulai Puasa dan Lebaran Muhamadiyah Berbeda dengan Pemerintah beda Sehari

Rabu, 24 Desember 2025 - 20:27 WIB

Jelang Tahun Baru 2026 Pengajian Rutin Ulama Umaro Kecamatan Tigaraksa Digelar di Desa Sodong

Berita Terbaru