Wabup Intan Kunjungi Bocah Penderita Cerebral Palsy dan OBS di Kp Tobat Desa Sentul Jaya Kecamatan Balaraja

Kamis, 19 Februari 2026 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Intan Nurul Hikmah berbincang santai memberikan motivasi semangat kepada ibunda HS bocah usia 9 tahun yang menderita sakit selebral Palsy dan OBS warga Kp Tobat Desa Sentul Jaya Kecamatan Balaraja (foto ; tangerangkab.go.id)

Wabup Intan Nurul Hikmah berbincang santai memberikan motivasi semangat kepada ibunda HS bocah usia 9 tahun yang menderita sakit selebral Palsy dan OBS warga Kp Tobat Desa Sentul Jaya Kecamatan Balaraja (foto ; tangerangkab.go.id)

KABUPATEN TANGERANG — Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengunjungi HS, seorang anak berusia 9 tahun penderita Cerebral Palsy dan Organic Brain Syndrome (OBS) di Kp. Tobat RT. 03 RW. 02, Sentul Jaya Kec. Balaraja, Rabu (18/02/26).

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengungkapkan bahwa kunjungannya tersebut menindaklanjuti langsung laporan warga yang disampaikan dan melihat langsung kondisi pasien dan keluarganya, serta memberikan dorongan semangat dan berdialog langsung untuk tindakan medis lanjutkan yang dibutuhkan.

“Hari ini, saya bersama Camat Balaraja, Pak Kades dan tim medis melakukan kunjungan langsung ke kediaman Ananda HS (9 tahun). Selain untuk bersilahturahmi dan memberikan motivasi kepada HS dan keluarganya, kami juga ingin memastikan bahwa HS bisa mendapatkan pelayanan medis secara gratis dan jemput bola untuk penanganan lanjutannya,” ungkap Wabup Intan

Dia juga menandaskan bahwa pemerintah melalui Puskesmas Balaraja telah melakukan langkah proaktif sejak November 2025. Tim medis telah memberikan edukasi serta motivasi agar ananda HS dirujuk ke RSUD Balaraja. Namun, pihak keluarga (Bapak Suheli dan Ibu Masitoh) saat itu menyatakan keberatan untuk membawa anak mereka ke rumah sakit. Orang tua HS (Bapak Suheli dan Ibu Masitoh) saat itu menyatakan keberatan karena berbagai pertimbangan salah satunya, adanya faktor pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.

“Pemerintah bukannya tidak memperhatikan, namun jika orang tuanya yang tidak mau, kita tidak mungkin memaksa. Sekarang kalau kendalanya uang, pemerintah daerah sudah menggratiskan pengobatan. BPJS ananda HS juga aktif di Faskes pertama Klinik Ilanur dan orang tuanya tercatat juga sebagai penerima BLT dari Dinsos,” tandasnya

Menurut dia, pelayanan penanganan medis memerlukan sinergi dan persetujuan dari pihak keluarga. Untuk itu, dia juga menginstruksikan kepada camat, kepala desa dan Puskesmas Balaraja untuk terus menonitor kesehatan dan memberikan pelayanan medis yang dibutuhkan Ananda HS.

“Kendala transportasi seharusnya sudah tidak ada lagi. Ada mobil siaga yang disediakan di desa, jadi tidak perlu keluar biaya transport. Tinggal bicara saja dengan pak lurah, nanti diantar ke rumah sakit dan diantar pulang lagi,” tambahnya.

Selain itu, dia juga telah menginstrusikan beberapa langkah konkret kepada bidan desa dan Kelapa Puskesmas Balaraja untuk pengobatan HS yang saat ini mengalami demam dan memantau secara berkala perkembangan gizinya.

“Bidan Desa dan Kepala Puskesmas telah memberikan pengobatan awal berupa pemberian obat untuk menangani kondisi demam pasien. Saya juga telah membujuk dan memberikan pengertian kepada orang tua HS agar pasien segera dibawa ke RSUD Balaraja atau dialihkan ke RSU Kabupaten Tangerang yang memiliki peralatan dan dokter spesialis anak lebih lengkap,” ungkapnya.

Pada kesempatan terserbut, Wabup Intan juga memberikan bantuan sembako dan susu. Pihaknya berharap, dengan kunjungannya tersebut orang tua HS bisa lebih paham terkait penanganan lanjutan yang lebih intensif dan menyeluruh.

(Source ; Tangerangkab.go.id)

Baca Juga :  Habitat for Humanity Indonesia Membangun 51 Rumah Layak Huni di Tanjung Kait Mauk

Berita Terkait

Mensos Syaifullah Nyatakan Rumah Sakit Dilarang Menolak Pasien BPJS biar Kepesertaan Non Aktif
RSUD Tigaraksa Gelar Penyuluhan Kesehatan tentang Kesiapsiagaan Bencana di Rumah Sakit
Cuaca Masa Pancaroba Dinkes Kabupaten Tangerang Tingkatkan Kewaspadaan Potensi Lonjakan Kasus Super Flu
Kasus TBC di Kabupaten Tangerang Tinggi Capai 13.625, Bupati Maesyal Nyatakan 25 Persen APBD untuk Kesehatan
Inilah Hasil Sidak Wabup Tangerang bareng Tim BPOM di Pasar Gudang Tigaraksa
Camat Legok kunjungi Ruyani warga Cirarab yang sakit dan diduga ditolak berobat di dua Puskesmas
Ketentuan Jam Operasional Puskesmas di Kabupaten Tangerang harus Disosialisasikan Optimal
Puskesmas Caringin dan Puskesmas Bojong Kamal Kabupaten Tangerang Diduga Tolak Warga Berobat Padahal Masih Jam Layanan
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 11:20 WIB

Wabup Intan Kunjungi Bocah Penderita Cerebral Palsy dan OBS di Kp Tobat Desa Sentul Jaya Kecamatan Balaraja

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:56 WIB

Mensos Syaifullah Nyatakan Rumah Sakit Dilarang Menolak Pasien BPJS biar Kepesertaan Non Aktif

Selasa, 27 Januari 2026 - 19:27 WIB

RSUD Tigaraksa Gelar Penyuluhan Kesehatan tentang Kesiapsiagaan Bencana di Rumah Sakit

Sabtu, 10 Januari 2026 - 19:28 WIB

Cuaca Masa Pancaroba Dinkes Kabupaten Tangerang Tingkatkan Kewaspadaan Potensi Lonjakan Kasus Super Flu

Selasa, 25 November 2025 - 09:20 WIB

Kasus TBC di Kabupaten Tangerang Tinggi Capai 13.625, Bupati Maesyal Nyatakan 25 Persen APBD untuk Kesehatan

Berita Terbaru