KABUPATEN TANGERANG — Bupati Tangerang H Moch Maesyal Rasyid melarang kepada warganya agar tidak merayakan malam Tahun Baru 2026 secara berlebihan, seperti misalnya pesta kembang api dan konvoi dijalan dan dihimbau lebih baik berdoa berkumpul dengan keluarga menikmati kebersamaan dikediaman secara sederhana.
Larangan tersebut disampaikan melalui Surat Edaran (SE) Nomor: B200.1.3/13512/XII/BKBP/2025 Tentang Pembatasan Kegiatan Perayaan Nataru, dengan maksud menghormati masyarakat di Sumatera dan Aceh yang terdampak bencana alam.
“Forkopimda sudah melaksanakan rapat terkait dengan Nataru ini, salah satu kebijakannya adalah kita meminta kepada seluruh komponen masyarakat untuk tidak memasang petasan kembang api selama perayaan,” kata Bupati Maesyal di Tangerang, Kamis. (25/12/2025).
Menurutnya, perayaan akhir tahun tersebut harus tetap bisa diadakan di Kabupaten Tangerang meski dengan cara sederhana.
Untuk memastikan kelancaran selama perayaan Natal dan Tahun Baru, pihaknya bersama TNI/Polri akan memastikan situasi dan keamanan wilayahnya tetap terjamin.
“Kami akan terus melaksanakan tugas sesuai dengan agenda yang sudah ditetapkan sama-sama antara Kepolisian, TNI, dalam menjaga keamanan wilayah,” ujar dia.
Sementara itu Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan sebagai bentuk komitmen Polri dalam memastikan keamanan dari gangguan yang tidak diinginkan selama perayaan akhir tahun, pihaknya beserta Forkopimda setempat mengeluarkan kebijakan yang sifatnya membatasi segala aktivitas mengancam ketertiban umum.
Adapun kebijakan itu antara lain melarang kegiatan pesta kembang api berlebih hingga konvoi kendaraan roda dua dan empat selama malam Tahun Baru 2026.
Selanjutnya untuk menambah pengamanan secara menyeluruh, kata dia, digelar Operasi Lilin Maung 2025 dengan melibatkan personel gabungan TNI/Polri, pemda, serta dukungan organisasi kemasyarakatan.
“Ini memang sudah kesepakatan dari Forkopimda, dimana mungkin teman-teman sudah mendengar tahun ini kita sedang prihatin, dimana saudara-saudara kita sedang mendapatkan musibah bencana di Sumatera-Aceh,” kata dia.
(Red)









