Mengenal Syekh Manshuruddin Ulama Penyebar Agama Islam di Banten Putera Sultan Agung Tirtayasa

Jumat, 24 Januari 2025 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makam Syech Mansurudin Cikadueun Banten

Makam Syech Mansurudin Cikadueun Banten

BANTEN — Syekh Manshuruddin merupakan salah satu cerita rakyat yang berkaitan erat dengan penyebaran agama Islam di Wilayah Banten. Syekh Maulana Manshuruddin dikenal dengan nama Sulthan Haji, beliau adalah putra Sultan Agung Abdul Fattah Tirtayasa.

Makom Keramatnya terletak di Kp. Cikadueun, Desa Cikadueun, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Menurut cerita yang berkembang, Syekh Maulana Manshuruddin terkenal sakti dan dapat bersahabat dengan harimau. Kepada Damar Banten, inghu (31/02024), Kang Asep, salah satu muzawir di Makom Karomah Syekh Maulana Manshuruddin mengisahkan, ketika Syekh Manshur berjalan kesebuah hutan, tiba-tiba Beliau mendengar suara harimau yang merintih kesakitan.

Lalu, Syekh Manshurudin menghampiri harimau yang terjepit pada suatu pohon besar. Beliau menolong harimau tersebut, dan melepaskannya dari himpitan kayu. Setelah dibebaskan, harimau tersebut mengaung dan menunduk dihadapan Syekh Maulana Manshuruddin. Akhirnya, harimau itu dipakaikan kalung di lehernya, dan diberi nama Si Pincang atau Raden Langlang Buana atau Ki Buyut Kalam.

Gapura Lokasi Makam Syech Mansurudin Cikadueun Pandeglang Banten

Setelah sekian lama menyiarkan Islam ke berbagai daerah Banten dan sekitarnya, Syekh Maulana Manshuruddin meninggal dunia pada Tahun 1672M dan di makamkan di Desa Cikaduen, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Banten. Hingga kini, makam Syekh Maulana Manshuruddin ramai dikunjungi sebagai wisata religi dari berbagai daerah.

Syekh Maulana Mansyuruddin atau biasa dikenal Sultan Haji beliau adalah seorang ‘ulama / Sultan ke 7 Banten berdarah bangsawan Banten putra dari Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten (Raja Banten ke 6) yang merupakan Penyebar Agama Islam diwilayah Banten Selatan dan di wilayah banten yang lainnya, banten selatan atau kalau sekarang Pandeglang dan sekitarnya. Beliau Berkuasa hingga 1683 – 1687 di Kesutanan Banten.

Sejarah
Sejarah Batu Qur’an Versi Pertama
Batu Qur’an ini muncul pertama kali berkaitan erat dengan kisah salah satu ulama’ Banten yang amat terkenal di abad 15 M. Beliau tidak lain adalah Syekh Maulana Mansyur. Dalam versi ini pula di yakini bahwa kemunculan batu qur’an tersebut merupakan lokasi pijakan Syekh maulana Mansyur ketika beliau akan pergi ke tanah suci untuk haji.

Menurut sejarahnya, kala itu beliau hendak ke Makkah dan langkahnya di awali dari lokasi tersebut dengan membaca basmalah saja. kemudian sampailah Syekh Maulana Mansyur di Makkah tanpa melakukan perjalanan darat ataupun laut. Karena berangkat dari sana, maka dalam kepulangannya pun beliau juga muncul dari sana bersamaan dengan air yang tak berhenti mengucur.

Menurut masyarakat setempat, air yang tidak berhenti mengucur tersebut di yakini sebagai air zam-zam. Nah, melihat kucurannya yang tidak mau berhenti, maka syekh Maulana Mansyur pun berkeinginan untuk menghentikannya. Dan untuk memulai usahanya terhadap air tersebut, beliau bermunajat kepada Allah. Hal ini di lakukan dengan sholat dua rakaat di dekat kucuran air.

Selanjutnya, ketika beliau sudah selesai dengan munajatnya, turunlah petunjuk agar Syek Maulana Mansyur menutup kucuran air dengan Al-Qur’an. Akhirnya, atas izin Allah kucuran air pun berhenti dan berubahlah menjadi batu. Karena itulah di namakan dengan batu Qur’an yang hingga sekarang airnya tidak pernah kering. Dan sampai di sinilah sejarah batu qur’an Banten versi pertama.

Sejarah Batu Qur’an Versi Kedua
Dalam ranah sosial, Syeh Mansyuruddin adalah salah satu penyebar agama Islam di Banten. Selain ahli di bidang agama, beliau juga terkenal sakti. Syekh Mansyuruddin sendiri kehidupannya berada di sekitar abad ke 17 M.

Sementara nasab, beliau adalah putra dari Sultan Ageng Tirtayasa . Sementara kesaktian Syekh Mansyaruddin sendiri hingga saat ini masih terkenal. Dia banyak yang kenal sebagai ulama yang mampu bersahabat denga bangsa jin dan mampu menakhlukkan harimau hingga keturunan-keturunannya.

Di percaya kala itu Syekh Mansyuruddin sedang berada di Makkah. Ketika beliau akan pulang ke Nusantara, beliau masuk dalam sumur air zam-zam. Kemudian, beliau muncul di sebuah mata air di Banten, tepatnya di sekitar daerah Cibulakan.

Ketika beliau keluar, ternyata air tersebut tidak mau berhenti dan tetap saja mengucur. Akhirnya, beliau mencoba menghentikannya dengan sebuah Al-Qur’an. Dan atas kuasa Allah kucuran tersebut akhirnya berhenti. Kemudian, dengan jari telunjuknya, beliau mengukirkan tulisan Alqur’an pada batu. Kini, batu tersebut di kenal dengan nama batu Qur’an.

Sejarah Batu Qur’an Versi Ketiga
Dalam versi terakhir, riwayat batu quran Banten ini merujuk pada keyakinan bahwa batu tersebut merupakan replika dari batu qur’an yang berada Sang Hyang Sirah. Sedangkan terkait dengan sejarahnya, di yakini berkaitan erat dengan Sayyidina Ali, Prabu Munidng Wangi dan prabu Kian Santang di mana prabu Kian Santang dalam kisahnya belajar ke tanah suci pada Sayyidina Ali.

Nah, ketika beliau pulang ke tanah Pasundan, beliau mengirim utusan untuk lebih banyak mengenal tentang hukum Islam mengenai Khitan pada Sayyidina Ali di Makkah. Kemudian, di kisahkan pula bahwa Sayyidina Ali pun akhirnya datang ke Nusantara, tepatnya di Pasundan, untuk menyerahkan kitab suci pada muridnya, Prabu Kian Santang.

Sayang sekali pada saat itu sang Prabu sedang berada di Sahyang Sirah, Ujung Kulon untuk menemui Prabu Munding Wangi. Kemudian, pergilah Sayyidina Ali ke tempat tersebut dan shalat terlebih dahulu di atas batu karang. Namun, usai shalat beliau pun menghilang dan kemungkinan telah kembali ke tanah asalnya, di Jazirah Arab.

Kemudian, setelah beberapa abad, cerita menarik ini di ketahuilah oleh Syekh Maulana Mansyur. Dengan penuh kekaguman, berangkatlah beliau ke Sahyang Sirah untuk menyaksikan langsung mukjizat Allah dalam kolam bening bertuliskan Alqur’an tersebut. Nah, karena Sahyang Sirah mungkin terlalu jauh, akhirnya di buatlah replika batu tersebut di Kabupaten Pandeglang.

Lokasi Batu Quran
Batu Quran sudah menjadi temat yang selalu ramai dikunjungi oleh para penggemar atau peziarah. Lokasi Batu Qur’an di Jl. Cikoromoy, Gunungsari, Mandalawangi, Kadubungbang, Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten

(Kutif)

Baca Juga :  Gubernur Andra Soni : Jangan Sampai Ada Sekolah yang Rusak Apalagi Roboh di Banten

Berita Terkait

Diskum Rilis Capaian Kinerja 2025 dan Strategi Akselerasi Digital 2026 untuk UMKM dan Koperasi Naik Kelas
Waduh, Dalam 3 Bulan Jumlah Pengangguran di Banten Bertambah 17,66 Ribu Orang
Peduli Korban Banjir Kanwil Kemenag Banten Kunjungi Sejumlah Madrasah, Ponpes, dan KUA di Kabupaten Tangerang
Pedagang Daging Pasar Gudang Tigaraksa Abaikan Imbauan Aksi Mogok Jualan, Katanya Sudah Minggu Lalu
Gubernur Banten bareng Bupati Tangerang kompak berkeliling naik Perahu Karet Kunjungi Warga Kebanjiran di Gelam Jaya Pasar Kemis
Tasyakuran Haul ke-345 Raden Arya Wangsakara Dihadiri Gubernur Banten dan Bupati Tangerang
Gubernur Banten Andra Soni dan Anggota DPRD Muhlis Tinjau Jalan Rusak dan RTLH
Iskandar Nordat Sekretaris Disporabudpar Kabupaten Tangerang Dilantik jadi Kepala BKPSDM Kabupaten Serang
Berita ini 163 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:56 WIB

Diskum Rilis Capaian Kinerja 2025 dan Strategi Akselerasi Digital 2026 untuk UMKM dan Koperasi Naik Kelas

Senin, 9 Februari 2026 - 10:30 WIB

Waduh, Dalam 3 Bulan Jumlah Pengangguran di Banten Bertambah 17,66 Ribu Orang

Jumat, 30 Januari 2026 - 09:09 WIB

Peduli Korban Banjir Kanwil Kemenag Banten Kunjungi Sejumlah Madrasah, Ponpes, dan KUA di Kabupaten Tangerang

Selasa, 27 Januari 2026 - 13:36 WIB

Pedagang Daging Pasar Gudang Tigaraksa Abaikan Imbauan Aksi Mogok Jualan, Katanya Sudah Minggu Lalu

Senin, 26 Januari 2026 - 10:50 WIB

Gubernur Banten bareng Bupati Tangerang kompak berkeliling naik Perahu Karet Kunjungi Warga Kebanjiran di Gelam Jaya Pasar Kemis

Berita Terbaru