KABUPATEN TANGERANG — Setelah 4 hari berlalu pasca kejadian tenggelamnya Hilman Fauzi (15 tahun) Santri Ponpes Nahdatul Ulum Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang proses pencarian belum membuahkan hasil, padahal Tim SAR dari BPBD, Kepolisian bersama warga sekitar tak berhenti berupaya melakukan penyisiran diarea lokasi di Sungai Cidurian.
Diketahui sesuai informasi yang diperoleh TS, tenggelamnya Santri ponpes pimpinan Kiyai Imaduddin Usman itu berawal saat Jumat pagi (19/12/025) sekira pukul 08.30 WIB Hilman bersama teman-temannya hendak mencuci Jeroan Kambing ke Sungai Cidurian yang baru selesai dipotong (belum diketahui acaranya sehingga memotong kambing), namun karena airnya deras tiba-tiba Hilman terpeleset dan jatuh ke sungai terbawa arus ketengah tak bisa tertolong.

“Korban santri yang tenggelam yaitu Hilman sampai saat ini belum ditemukan, ini kami mau ke lokasi lagi dan proses pencarian masih tetap dilakukan oleh Tim SAR dan warga juga, mohon doanya semoga hari ini bisa ditemukan,” ungkap Ramawinata Sekcam Kresek saat dikonfirmasi TS pada Senin pagi (22/12/2025).
Proses pencarian Tim SAR dari BPBD Kabupaten Tangerang dan Basarnas Senin pagi kembali dilakukan dengan memakai perahu karet dibantu aparat TNI Polri dari Polsek Koramil dan pihak Kecamatan Kresek.
“Betul sampai saat ini belum ditemukan Santri yang tenggelam di Sungai di Kecamatan Kresek, tim kami bersama Basarnas, Polsek Koramil hari ini dilokasi masih melakukan pencarian,” ucap Achmad Taufik Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Senin (22/12/2025).
Saat Tim mencoba menghubungi Kiyai Imaduddin pimpinan Ponpes dimana Hilman yang selain mondok juga sekolah di MTs kelas 3 itu untuk mengkonfirmasinya sepertinya masih sibuk sehingga belum merespons sampai berita ini tayang.
(Fik/red)









