Lima Kecamatan di Kabupaten Tangerang Masih Terendam Banjir, Wilayah Kresek Makin Parah

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir di Kabupaten Tangerang makin meluas

Banjir di Kabupaten Tangerang makin meluas

KABUPATEN TANGERANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten melaporkan sebanyak 5 (lima) kecamatan diwilayah itu masih terendam banjir akibat meluapnya aliran sungai, dipicu curah hujan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Informasi tersebut disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik, ia mengatakan bahwa bencana alam banjir yang terjadi sejak Minggu (11/1) lalu yang melanda 24 kecamatan, 119 desa/kelurahan dengan korban terdampak kurang lebih hingga 50 ribu jiwa.

Namun, kata dia, kini tersisa lima kecamatan yang masih terendam banjir dengan ketinggian debit air di beberapa lokasi mencapai 40 centimeter sampai satu meter.

Bencana Banjir di 24 Kecamatan di Kabupaten Tangerang

“Untuk lokasi yang masih terendam banjir itu, seperti di Kecamatan Kresek, Gunung Kaler, Kosambi, Jayanti dan yang terbaru di Tigaraksa. Ini karena intensitas hujan ekstrem sejak kemarin,” ujarnya.

Ia menerangkan bencana banjir di Kabupaten Tangerang yang sudah terjadi sejak satu pekan lebih ini mulai berangsur surut. Namun, karena kondisi cuaca ekstrem terus berlangsung, sejak Senin (19/1) banjir kembali terjadi di lima kecamatan, yakni Kecamatan Jayanti, Kresek, Kosambi, Gunung Kaler, dan Tigaraksa.

Baca Juga :  Hari ke-6 Kebakaran TPA Jatiwaringin Masih Berlanjut, Ratusan Warga Sekitar Terkena ISPA

Dia mengatakan banjir di daerah itu terjadi karena meluapnya beberapa aliran sungai seperti Cidurian, Cimanceuri dan Cidurian akibat hujan deras yang terus berlangsung dari dini hari hingga sore hari.

“Terutama kalau yang intensitas hujan tinggi itu di Tigaraksa kembali banjir. Kalau yang Gunung Kaler dengan Kresek itu penyebab banjirnya meluapnya air sungai Cidurian,” paparnya.

Dalam hal ini, BPBD Kabupaten Tangerang masih melakukan rekapitulasi pendataan jumlah total korban yang terdampak bencana banjir tersebut.

“Saya harus lihat ini lagi. Karena data yang saya buat itu di awal Januari, untuk yang saat ini jumlah jiwa yang masih terdampak masih direkap,” tuturnya.

Ia menambahkan sebagai upaya penanganan jangka pendek pemerintah daerah telah menerjunkan sejumlah personel, sarana dan prasarana untuk membantu para korban bencana. Meski kondisinya masih dalam terbatas.

Baca Juga :  Tanggul Sungai Cidurian Jebol Banjir Melanda Desa Pasir Ampo Kresek, Bupati Maesyal Turun Langsung Meninjau

“Kemarin dari BPBD sudah menyalurkan mesin penyedot pompa dan lainnya. Dari Dinas Bina Marga sendiri juga mengirimkan mesin sedot air,” kata dia.

Sementara itu salah satu warga Kecamatan Kresek mengungkapkan banjir yang melanda hari ini Kamis (22/1/2026) makin meluas dan debit air malah semakin naik yang awalnya Desa Pasir Ampo terparah kini termasuk Desa Patrasana warga terdampaknya makin banyak.

“Wilayah Desa Patrasana yang awalnya hanya 37 KK terdampak hari ini bertambah infonya mencapai 70 KK dengan debit air tinggi mencapai sepaha orang dewasa,” ucap warga itu.

Bahkan ditambahkan ada info pintu air Depok akan dibuka maka dipastikan banjir makin parah melanda, dan warga di Kp Bojong sudah mulai mengungsi agar tidak terdampak lebih parah lagi.

(Red)

Berita Terkait

Jamintel Reda Manthovani dan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana Meninjau Pelaksanaan MBG di SKhN Kabupaten Tangerang
Alhamdulillah Hari Ke-11 Penanganan Kebakaran, Bupati Tangerang Pastikan TPA Jatiwaringin Padam Total
Kemenkes Minta Warga Sekitar TPA Jatiwaringin Waspada Bila Muncul Gejala Ini
Hari ke-10 Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ketika Ikhtiar Sudah Maksimal Tapi Belum Berhasil maka Berdoalah…
Kebakaran TPA Jatiwaringin Jadi Alarm Pentingnya Hentikan Open Dumping
Hari Ke-8 Kebakaran TPA Jatiwaringin Bupati Maesyal Tetap Mengawal Penanganannya
Kebakaran TPA Jatiwaringin, WALHI Nilai Kegagalan Sistem Pengelolaan Sampah
Menteri LH Jumhur Hidayat Meninjau Lokasi Kebakaran TPA Jatiwaringin, Semoga Besok Tuntas
Berita ini 103 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:55 WIB

Jamintel Reda Manthovani dan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana Meninjau Pelaksanaan MBG di SKhN Kabupaten Tangerang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:47 WIB

Alhamdulillah Hari Ke-11 Penanganan Kebakaran, Bupati Tangerang Pastikan TPA Jatiwaringin Padam Total

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:49 WIB

Kemenkes Minta Warga Sekitar TPA Jatiwaringin Waspada Bila Muncul Gejala Ini

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:48 WIB

Hari ke-10 Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ketika Ikhtiar Sudah Maksimal Tapi Belum Berhasil maka Berdoalah…

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:43 WIB

Kebakaran TPA Jatiwaringin Jadi Alarm Pentingnya Hentikan Open Dumping

Berita Terbaru

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menandatangani Pembukaan Festival Kampung Budaya Kemuning Kecamatan Legok

Kabupaten Tangerang

Bupati Tangerang Membuka Festival Kampung Budaya Kemuning Kecamatan Legok

Senin, 27 Jul 2026 - 17:34 WIB