KABUPATEN TANGERANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten melaporkan sebanyak 5 (lima) kecamatan diwilayah itu masih terendam banjir akibat meluapnya aliran sungai, dipicu curah hujan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Informasi tersebut disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik, ia mengatakan bahwa bencana alam banjir yang terjadi sejak Minggu (11/1) lalu yang melanda 24 kecamatan, 119 desa/kelurahan dengan korban terdampak kurang lebih hingga 50 ribu jiwa.
Namun, kata dia, kini tersisa lima kecamatan yang masih terendam banjir dengan ketinggian debit air di beberapa lokasi mencapai 40 centimeter sampai satu meter.

“Untuk lokasi yang masih terendam banjir itu, seperti di Kecamatan Kresek, Gunung Kaler, Kosambi, Jayanti dan yang terbaru di Tigaraksa. Ini karena intensitas hujan ekstrem sejak kemarin,” ujarnya.
Ia menerangkan bencana banjir di Kabupaten Tangerang yang sudah terjadi sejak satu pekan lebih ini mulai berangsur surut. Namun, karena kondisi cuaca ekstrem terus berlangsung, sejak Senin (19/1) banjir kembali terjadi di lima kecamatan, yakni Kecamatan Jayanti, Kresek, Kosambi, Gunung Kaler, dan Tigaraksa.
Dia mengatakan banjir di daerah itu terjadi karena meluapnya beberapa aliran sungai seperti Cidurian, Cimanceuri dan Cidurian akibat hujan deras yang terus berlangsung dari dini hari hingga sore hari.
“Terutama kalau yang intensitas hujan tinggi itu di Tigaraksa kembali banjir. Kalau yang Gunung Kaler dengan Kresek itu penyebab banjirnya meluapnya air sungai Cidurian,” paparnya.
Dalam hal ini, BPBD Kabupaten Tangerang masih melakukan rekapitulasi pendataan jumlah total korban yang terdampak bencana banjir tersebut.
“Saya harus lihat ini lagi. Karena data yang saya buat itu di awal Januari, untuk yang saat ini jumlah jiwa yang masih terdampak masih direkap,” tuturnya.
Ia menambahkan sebagai upaya penanganan jangka pendek pemerintah daerah telah menerjunkan sejumlah personel, sarana dan prasarana untuk membantu para korban bencana. Meski kondisinya masih dalam terbatas.
“Kemarin dari BPBD sudah menyalurkan mesin penyedot pompa dan lainnya. Dari Dinas Bina Marga sendiri juga mengirimkan mesin sedot air,” kata dia.
Sementara itu salah satu warga Kecamatan Kresek mengungkapkan banjir yang melanda hari ini Kamis (22/1/2026) makin meluas dan debit air malah semakin naik yang awalnya Desa Pasir Ampo terparah kini termasuk Desa Patrasana warga terdampaknya makin banyak.
“Wilayah Desa Patrasana yang awalnya hanya 37 KK terdampak hari ini bertambah infonya mencapai 70 KK dengan debit air tinggi mencapai sepaha orang dewasa,” ucap warga itu.
Bahkan ditambahkan ada info pintu air Depok akan dibuka maka dipastikan banjir makin parah melanda, dan warga di Kp Bojong sudah mulai mengungsi agar tidak terdampak lebih parah lagi.
(Red)









