KABUPATEN TANGERANG — Ketika Mendagri Tito Karnavian meminta kepada seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) fokus menangani masalah sampah yang jadi atensi Presiden Prabowo namun Kabupaten Tangerang yang notabene APBD nya cukup besar lebih dari 8 Trilyun ternyata UPT dinas teknisnya masih kekurangan armada truk pengangkut sampahnya.
Informasi masih kurangnya armada itu terungkap saat Kepala UPT 4 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Heksandri Satrio dikonfirmasi wartawan media lokal Banten, ia berharap ada penambahan armada sampah untuk wilayahnya yang saat ini dinilai masih kurang.

“Saat ini armada sampah yang ada di UPT hanya sekitar 19 armada, dan itu masih kurang dalam mengangkut sampah di wilayah yang menangani 4 kecamatan,” ungkap Heksandri pada Selasa 10 Februari 2026
Menurut Heksandri yang akrab disapa Bang Eki, secara ideal bila ingin leluasa penambahan armada yang dibutuhkan sebanyak 25 truk lagi agar bisa menangani produksi volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat yang ada di empat kecamatan, yakni Kecamatan Tigaraksa, Cisoka, Solear dan Jambe.
“Sesuai hitungan volume sampah yang dihasilkan berdasarkan jumlah penduduk sebanyak 286 ton perharinya, karena empat kecamatan yang harus kami layani dalam pengangkutan sampah dengan jumlah armada 19 truk ya jelas kami masih kewalahan dengan jumlah armada yang hanya 19,” ungkap Heksandri.

Sementara itu menyikapi kondisi kurangnya armada truk pengangkut sampah di UPT DLHK menurut Mohammad Ekoriadi, SH pengelola Kawasan Industri PDP Pasar Kemis menjadi bukti kurang seriusnya Pemda Kabupaten Tangerang menangani masalah sampah.
“Kita ketahui jumlah APBD Kabupaten Tangerang itu mencapai 8 trilyunan lebih pembangunan fisik gencar dilakukan bahkan jadi sorotan publik tapi untuk menangani sampah dinas teknis masih kekurangan sarana pendukung, belum lagi kesejahteraan tenaga kerjanya masih kurang jauh dari harapan peningkatan kualitas kinerja,” ucap Mohammad Ekoriadi, Rabu (11/02/2026).
Diungkapkan Eko, salah satu penyebab tumpukan sampah tiap hari mewarnai kawasan yang dikelolanya itu akibat armada truk pengangkut sampahnya telat mengambil dan ketika ditanyakan karena lagi menangani wilayah lain yang viral di medsos. “Padahal kami sudah mengalokasikan dana iuran untuk mengangkut sampahnya,” terangnya.
(Fik/red)









