KABUPATEN TANGERANG — Seperti biasa menjelang musim haji instansi yang mengurusinya dan tahun ini dibawah Kementerian Haji dan Umroh menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Manasik Haji dan itu juga berlaku kepada para calon Jamaah haji asal Kabupaten Tangerang sebanyak 2.228 orang yang akan berangkat pada tahun 2026 ini.

Ada yang menarik sekaligus miris dari cerita calon jamaah haji usai mengikuti acara Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 1447 H / 2026 M yang digelar di GSG Puspemkab Tangerang, Sabtu (14/02/26).
“Alhamdulillah kami baru beres mengikuti acara manasik haji di GSG mulai sejak pagi dari jam 7 duduk lumayan capek duduk aja mendengarkan ceramah teknis berhaji, ini dikasih nasi kotak untuk makan siang,” ungkap salah satu jamaah haji yang usianya lansia yang mengaku berangkat haji bersama istrinya.
Saat ditemui disalah satu tempat makan lesehan disekitar Puspemkab jamaah haji itu terlihat mengenakan pakaian seragam berwarna biru model jas almamater mirip yang suka dipakai mahasiswa dan ketika ditanya apakah baju itu diberi panitia penyelenggara manasik haji dengan nada lugas ia menjawab baju tersebut itu dibeli seharga Rp 750 ribu per-satuan.
“Baju seragam ini dibeli harganya 750 ribu satu dan ini beli dua dengan istri jadi dibayar Rp 1.5 juta, ya mau gimana namanya kita jamaah pasti dibeli dan tidak bisa menawar harga,” ucap calon jamaah haji itu dengan bahasa dan logat kental Sunda Tangerang.

Ketika tim TS melihat dari dekat baju Jas Almamater yang dipakai calon jamaah haji itu maka dipastikan tidak jauh berbeda dengan baju almamater yang biasa dipakai mahasiswa berbahan kain drill biasa dengan tanpa ada lapisan puring layaknya jas resmi dan harga jual di toko online sesuai penelusuran berkisar Rp 200.000 sampai Rp. 300.000,-.
Diketahui dari sambutan Sekda Kabupaten Tangerang H Soma Atmaja yang hadir mewakili Bupati Tangerang bahwa jumlah jamaah haji Kabupaten Tangerang tahun ini mencapai sekitar 2.228 jamaah yang terbagi dalam 7 kloter dengan jamaah termuda berusia 17 tahun dan jamaah tertua 88 tahun
“Tahun ini jamaah haji kita tercatat ada sekitar 1.205 jamaah perempuan dan 1.023 jamaah laki-laki, dengan jamaah termuda berusia 17 tahun dan jamaah tertua 88 tahun,” kata Soma.
Bila benar harga Jas Almamater yang dijual kepada 2228 calon jamaah itu Rp 750 ribu maka berdasarkan estimasi hitungan milyaran rupiah dana keuntungan masuk ke kocek yang menjualnya, harga per-satu baju harga tertinggi Rp 300.000 saja maka Rp. 450.000 keuntungannya.
(Fik/Red)









