Ladang Jagung di Desa Bantar Panjang Tigaraksa yang Dibuka Wapres Gibran dan Diisukan Gagal Ternyata Berhasil di Panen

Kamis, 8 Januari 2026 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berpose bersama usai acara

Berpose bersama usai acara

KABUPATEN TANGERANG — Setelah sempat viral di media massa ladang jagung program ketahanan pangan di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang bakal gagal panen ternyata tidak terbukti.

Bahkan ladang jagung ditanam walau di lahan dengan kondisi ekstrem pada Kamis (8/1/2026) itu pun dipanen dan membuahkan hasil sesuai rencana.

Direktur PT MSD Corpora Internasional Made Swardika Dwipayana mengungkapkan, panen jagung dilakukan di lahan seluas sekitar 1,5 hektare dengan hasil mencapai 2 hingga 3 ton, bahkan dengan panen ini menjadi indikator bahwa budidaya jagung tetap bisa berjalan meski menghadapi keterbatasan kondisi tanah dan cuaca.

“Target panen hari ini di luasan 1,5 hektare. Hasilnya sekitar 2 sampai 3 ton,” ujar Made ketika diwawancara tim media usai acara.

Made menjelaskan, lahan jagung di Bantar Panjang yang sebelumnya diresmikan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Oktober 2025, merupakan bekas galian dengan kondisi tanah yang tidak produktif. Karakteristik tanah ada yang keras, bercampur batu, serta dengan kandungan air yang kurang baik. Tak hanya itu, kapisan tanah atas atau top soil sudah hilang, sehingga ketebalan tanah sangat tipis.

“Ini menjadi tantangan utama dalam proses tanam,” jelas Made.

Faktor curah hujan yang sangat tinggibdalam beberapa bulan terakhir juga menjadi kendala serius dalam budidaya. Tapi Made memastikan seluruh tahapan penanaman dilakukan sesuai prosedur teknis. Dia menjelaskan, mulai dari penyemprotan herbisida, pembajakan, sampai pemupukan intensif semuanya dilakukan sesuai prosedur.

Langkah lain yang diambil pihak pengelola adalah dengan pemberian booster nutrisi untuk membantu pertumbuhan tanaman. Hal itu dilakukan karena minimnya unsur hara. Langkah itu pun disebut efektif untuk memacu pembentukan buah jagung di media tanam yang tidak ideal.

“Booster ini memacu tanaman supaya bisa berbuah. Dan hasilnya bisa dilihat hari ini, jagungnya berbuah,” ujar Made.

Sedangkan terkait kondisi lahan yang sempat terlihat dipenuhi rumput, Made menjelaskan hal itu merupakan bagian dari strategi teknis pengendalian erosi. Rumput, kata dia, sengaja dibiarkan tumbuh untuk menahan struktur tanah agar tidak mudah tergerus air hujan. Hal itu karena kontur lahan yang miring.

“Kalau dibersihkan total, tanahnya bisa terbawa air hujan. Jadi rumput ini justru berfungsi menahan tanah,” ungkapnya.

Hasil panen jagung pakan tersebut rencananya akan disalurkan ke Bulog. Apabila tidak seluruhnya terserap, jagung akan didistribusikan ke pabrik pakan ternak di wilayah sekitar. Menurut Made, capaian hasil panen 2 hingga 3 ton pada masa tanam pertama di lahan ekstrem sudah tergolong wajar.

Panen jagung di Bantar Panjang dilakukan bersamaan dengan Panen Raya Nasional yang dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara terpusat dari Bekasi. Di Tangerang, kegiatan panen juga dihadiri unsur Forkopimda.

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan, panen melibatkan masyarakat dan kelompok tani setempat sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Ini menjadi kebersamaan kita semua untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Tangerang,” ujar Maesyal.

Baca Juga :  Bupati Tangerang Hadiri Panen Raya Cabai Setan di Desa Kemuning Legok


Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menegaskan penanaman jagung dilakukan bertahap agar panen dapat berlangsung berkelanjutan.

“Penanaman dilakukan bertahap sehingga panen juga tidak bersamaan,” ujar Indra Waspada.

Indra Waspada menegaskan, panen hari ini bukanlah satu-satunya. Panen lanjutan direncanakan kembali dilakukan beberapa waktu mendatang dengan estimasi hasil yang lebih besar.

Dengan masih adanya jadwal panen lanjutan dalam waktu dekat, program ketahanan pangan jagung di Bantar Panjang dinilai terus berjalan dan menunjukkan perkembangan, meski dilaksanakan di lahan dengan tantangan teknis yang tinggi.

(Red)

Berita Terkait

Jamintel Reda Manthovani dan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana Meninjau Pelaksanaan MBG di SKhN Kabupaten Tangerang
Alhamdulillah Hari Ke-11 Penanganan Kebakaran, Bupati Tangerang Pastikan TPA Jatiwaringin Padam Total
Kemenkes Minta Warga Sekitar TPA Jatiwaringin Waspada Bila Muncul Gejala Ini
Hari ke-10 Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ketika Ikhtiar Sudah Maksimal Tapi Belum Berhasil maka Berdoalah…
Kebakaran TPA Jatiwaringin Jadi Alarm Pentingnya Hentikan Open Dumping
Hari Ke-8 Kebakaran TPA Jatiwaringin Bupati Maesyal Tetap Mengawal Penanganannya
Kebakaran TPA Jatiwaringin, WALHI Nilai Kegagalan Sistem Pengelolaan Sampah
Menteri LH Jumhur Hidayat Meninjau Lokasi Kebakaran TPA Jatiwaringin, Semoga Besok Tuntas
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:55 WIB

Jamintel Reda Manthovani dan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana Meninjau Pelaksanaan MBG di SKhN Kabupaten Tangerang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:47 WIB

Alhamdulillah Hari Ke-11 Penanganan Kebakaran, Bupati Tangerang Pastikan TPA Jatiwaringin Padam Total

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:49 WIB

Kemenkes Minta Warga Sekitar TPA Jatiwaringin Waspada Bila Muncul Gejala Ini

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:48 WIB

Hari ke-10 Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ketika Ikhtiar Sudah Maksimal Tapi Belum Berhasil maka Berdoalah…

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:43 WIB

Kebakaran TPA Jatiwaringin Jadi Alarm Pentingnya Hentikan Open Dumping

Berita Terbaru

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menandatangani Pembukaan Festival Kampung Budaya Kemuning Kecamatan Legok

Kabupaten Tangerang

Bupati Tangerang Membuka Festival Kampung Budaya Kemuning Kecamatan Legok

Senin, 27 Jul 2026 - 17:34 WIB