BPK Ungkap Ketidakpatuhan Kinerja 4 Pemda di Banten pada 2024, Termasuk Pemda Kabupaten Tangerang

Rabu, 1 Januari 2025 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANTEN —- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Banten mengungkap masalah ketidakpatuhan kinerja 4 pemerintah daerah (Pemda) pada Tahun Anggaran 2024, agar tak terulang pada 2025.

Ke-4 Pemda yang dinilai tidak patuh kinerjanya dari 8 Pemda yang ada di Provinsi Banten itu diantaranya Pemda Kabupaten Serang. Kabupaten Tangerang, Kabupaten Lebak dan Kota Cilegon

Informasi ini disampaikan Kepala Perwakilan BPK Provinsi Banten, Dede Sukarjo dalam keterangannya di Serang, pada Selasa (31/12/2024). Dia juga menyampaikan beberapa permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah daerah.

“Tanpa mengurangi keberhasilan atas upaya-upaya yang telah dilakukan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Lebak dan Kota Cilegon, BPK menyampaikan beberapa permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah daerah sehingga permasalahan tersebut tidak terulang kembali di masa mendatang,” ungkapnya.

Pada Pemerintah Kabupaten Serang, BPK mengungkapkan permasalahan ketidakpatuhan pada Aspek Persiapan Pengadaan dan Aspek Pelaksanaan Pekerjaan atas Belanja Modal Gedung dan Bangunan serta Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan TA 2024 (sampai dengan 31 Oktober).

Antara lain perencanaan dan pelaksanaan tujuh Paket Pekerjaan Gedung dan Bangunan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang tidak sesuai ketentuan, sehingga mengakibatkan pemborosan pembayaran pelaksanaan pekerjaan, kelebihan pembayaran dan potensi kelebihan pembayaran atas pelaksanaan lima pekerjaan.

Pelaksanaan 18 Paket pekerjaan gedung dan bangunan pada Dinas PUPR dan Dinas Dikbud tidak sesuai spesifikasi kontrak sehingga mengakibatkan potensi kelebihan pembayaran.

Selanjutnya, pelaksanaan 22 paket pekerjaan pembangunan jalan, irigasi dan jaringan pada Dinas PUPR tidak sesuai spesifikasi kontrak, sehingga mengakibatkan potensi kelebihan pembayaran.

Kedua, dari hasil pemeriksaan kinerja BPK atas upaya Pemerintah Daerah dalam Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Air pada Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Diantaranya, Pemerintah Kabupaten Tangerang belum melakukan upaya penanggulangan pencemaran air melalui pengurangan dan penanganan sampah secara memadai.

Pemerintah Kabupaten Tangerang juga dinilai belum melakukan pengawasan secara memadai terhadap ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Hasil Pemeriksaan Kinerja BPK atas Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional pada Pemerintah Kabupaten Lebak, antara lain sumber Daya Manusia Kesehatan di RSUD dr Adjidarmo dan di lima Puskesmas serta lima klinik swasta di Kabupaten Lebak belum sepenuhnya sesuai standar kompetensi dan kebutuhan.

RSUD dr. Adjidarmo belum sepenuhnya memelihara dan mengkalibrasi seluruh alat Kesehatan untuk pelayanan pasien JKN, dan pengelolaan obat dan BMHP oleh RSUD dr. Adjidarmo belum sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan pasien JKN.

Selanjutnya, hasil Pemeriksaan Kinerja BPK atas Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Dalam Rangka Mendukung Pembangunan Nasional pada Pemerintah Kota Cilegon, antara lain penganggaran dan realisasi mandatory spending Belanja Infrastruktur Pelayanan Publik dan Belanja Pegawai yang belum memenuhi ketentuan.

Penganggaran pendapatan asli daerah (PAD) yang belum terukur secara rasional mempertimbangkan kebijakan makro ekonomi daerah dan hasil kajian potensi daerah serta dilengkapi dengan kertas kerja yang andal; dan Penganggaran Belanja Daerah belum memetakan ketersediaan sumber dana yang sesuai dengan penggunaannya.

“BPK berharap hasil pemeriksaan tersebut dapat segera ditindaklanjuti dan dimanfaatkan sebagai masukan dalam upaya peningkatan tata kelola keuangan daerah dan peningkatan efektivitas pelaksanaan kegiatan/program yang dilakukan oleh Pemda,” ujar Dede.

Pasal 20 UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, mewajibkan pejabat untuk memberikan jawaban atau penjelasan kepada BPK tentang tindak lanjut atas rekomendasi dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)

“Jawaban atau penjelasan dimaksud disampaikan kepada BPK selambat-lambatnya 60 hari setelah LHP diterima,” kata dia.

BPK Perwakilan Provinsi Banten dalam kesempatan itu menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas kepatuhan dan kinerja Semester II Tahun 2024 kepada empat pemerintah daerah di wilayah Provinsi Banten.

Adapun Empat LHP atas Kepatuhan dan Kinerja yang diserahkan antara lain pemeriksaan kepatuhan atas Belanja Modal Gedung dan Bangunan serta Belanja Modal Jalan, Irigasi, dan Jaringan Tahun Anggaran 2024 pada Pemerintah Kabupaten Serang dan Instansi Terkait Lainnya di Serang.

Berikutnya, LHP atas Pemeriksaan Kinerja atas Upaya Pemerintah Daerah dalam Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Air Tahun 2023 sampai dengan Semester I Tahun 2024 pada Pemerintah Kabupaten Tangerang serta instansi terkait lainnya di Tigaraksa.

Ketiga, pemeriksaan kinerja atas Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional Tahun Anggaran 2023 dan 2024 (sampai dengan 30 September) pada Pemerintah Kabupaten Lebak dan instansi terkait lainnya di Rangkasbitung.

Terakhir, pemeriksaan kinerja atas Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam rangka mendukung Pembangunan Nasional Tahun Anggaran 2023 dan 2024 (sampai dengan 31 Oktober) pada Pemerintah Kota Cilegon dan instansi terkait lainnya di Cilegon.

(Red)

Baca Juga :  Khusus Penanganan Banjir di Kosambi Bupati Tangerang Gelar Rakor Teknis di Gedung Eks DPRD

Berita Terkait

Diskum Rilis Capaian Kinerja 2025 dan Strategi Akselerasi Digital 2026 untuk UMKM dan Koperasi Naik Kelas
Waduh, Dalam 3 Bulan Jumlah Pengangguran di Banten Bertambah 17,66 Ribu Orang
Peduli Korban Banjir Kanwil Kemenag Banten Kunjungi Sejumlah Madrasah, Ponpes, dan KUA di Kabupaten Tangerang
Pedagang Daging Pasar Gudang Tigaraksa Abaikan Imbauan Aksi Mogok Jualan, Katanya Sudah Minggu Lalu
Gubernur Banten bareng Bupati Tangerang kompak berkeliling naik Perahu Karet Kunjungi Warga Kebanjiran di Gelam Jaya Pasar Kemis
Tasyakuran Haul ke-345 Raden Arya Wangsakara Dihadiri Gubernur Banten dan Bupati Tangerang
Gubernur Banten Andra Soni dan Anggota DPRD Muhlis Tinjau Jalan Rusak dan RTLH
Iskandar Nordat Sekretaris Disporabudpar Kabupaten Tangerang Dilantik jadi Kepala BKPSDM Kabupaten Serang
Berita ini 158 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:56 WIB

Diskum Rilis Capaian Kinerja 2025 dan Strategi Akselerasi Digital 2026 untuk UMKM dan Koperasi Naik Kelas

Senin, 9 Februari 2026 - 10:30 WIB

Waduh, Dalam 3 Bulan Jumlah Pengangguran di Banten Bertambah 17,66 Ribu Orang

Jumat, 30 Januari 2026 - 09:09 WIB

Peduli Korban Banjir Kanwil Kemenag Banten Kunjungi Sejumlah Madrasah, Ponpes, dan KUA di Kabupaten Tangerang

Selasa, 27 Januari 2026 - 13:36 WIB

Pedagang Daging Pasar Gudang Tigaraksa Abaikan Imbauan Aksi Mogok Jualan, Katanya Sudah Minggu Lalu

Senin, 26 Januari 2026 - 10:50 WIB

Gubernur Banten bareng Bupati Tangerang kompak berkeliling naik Perahu Karet Kunjungi Warga Kebanjiran di Gelam Jaya Pasar Kemis

Berita Terbaru