KABUPATEN TANGERANG — Satpol PP Kabupaten Tangerang mengambil langkah tegas menyegel bangunan kantor Yayasan POUK Thesalonika yang berlokasi di Desa Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluknaga, Jumat (3/4/2026).
Penyegelan dilakukan setelah pihak penegak Perda itu melakukan kajian lapangan dan menunjukkan adanya risiko tinggi gesekan sosial akibat persoalan perizinan yang belum tuntas.
Demikian diungkapkan Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang, Ana Suproyatna, S.Pd, ia menjelaskan bahwa penyegelan dilakukan setelah melalui kajian lapangan yang mendalam dan berdasarkan evaluasi, keberadaan kantor tersebut dinilai memiliki risiko tinggi memicu konflik di wilayah sekitar.
“Dari hasil kajian di lapangan, disimpulkan terdapat risiko tinggi di sekitar Kampung Melayu Timur. Penyegelan ini adalah langkah pencegahan terhadap potensi gangguan ketertiban umum,” ujar Kasatpol PP kepada wartawan, Sabtu (4/4/2026).

Ana menekankan bahwa proses penyegelan bangunan di lahan milik Yayasan POUK Thesalonika tersebut dilakukan secara persuasif dan humanis. Sebelum tindakan diambil, otoritas setempat telah melakukan musyawarah dengan pihak-pihak yang berbeda pandangan.
“Pihak yayasan menerima penyegelan ini sembari menyelesaikan proses perizinan. Proses di lapangan berjalan tertib dan kondusif,” tambahnya.
Kantor yayasan tersebut dilaporkan belum memiliki kelengkapan izin fisik bangunan maupun izin pelaksanaan peribadatan. Persoalan ini memicu tensi dengan warga sekitar selama tiga tahun terakhir.
Ditempat terpisah Camat Teluknaga, Kurnia, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama dan kearifan lokal. Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah daerah bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) telah memediasi pertemuan antara warga dan jemaat POUK Thesalonika.
“Hasil mediasi menyepakati bahwa pemerintah memfasilitasi tempat ibadah sementara di aula kantor bersama,” kata Kurnia.
Pemerintah kecamatan juga memastikan jemaat tetap memiliki ruang yang layak untuk merayakan hari besar keagamaan seperti Natal dan Paskah. Kurnia berharap semua elemen masyarakat dapat menahan diri dan mengedepankan komunikasi demi menjaga kondusivitas Teluknaga.
(Red)









