Menteri PKP Maruarar Sirait Datangi Lokasi Penerima BSPS di Kabupaten Tangerang, Pastikan Tepat Sasaran

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri PKP Maruarar Sirait menunjukan kondisi rumah tidak layak huni yang akan dibedah melalui program BSPS

Menteri PKP Maruarar Sirait menunjukan kondisi rumah tidak layak huni yang akan dibedah melalui program BSPS

KABUPATEN TANGERANG — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, SIP bersama Kepala Staf Presiden (KSP) Muhamad Qodari mendatangi penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kp Kalapa Dua Desa Pete Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang pada Senin 30 Maret 2026.

Program BSPS yang sebelumnya dibawah Kementerian PUPR dan kini dipegang Kementerian PKP itu rencananya akan mulai proses pengerjaan di 21 rumah tidak layak huni di desa tersebut pada 15 April mendatang dan sasaran program ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah dengan kondisi rumah tidak layak huni.

Dalam kunjungannya Menteri putera dari almarhum politisi PDIP Sabam Sirait itu mengatakan, bahwa penerima bantuan telah melalui proses verifikasi yang ketat. Bahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penerima bantuan masuk kategori desil satu atau kelompok masyarakat paling bawah secara ekonomi.

“Kita lihat tadi rumahnya memang sangat tidak layak huni. Dari data BPS juga sudah masuk desil satu. Jadi saya sangat senang karena program ini benar-benar tepat sasaran,” ujar Maruarar Sirait.

Menteri PKP Maruarar Sirait saat diwawancara tim media usai meninjau salah satu rumah penerima program BSPS

Tak hanya memberikan bantuan renovasi rumah, Maruarar juga menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program. Ia menyebut masyarakat dilibatkan secara langsung dalam proses pemilihan material bangunan hingga pengelolaan anggaran.

“Rakyat kita kita didik supaya terbuka. Milih toko bangunan jangan cuma satu, cari empat, bandingkan harga termurah, cek sudah termasuk pajak atau ongkir belum. Jadi keuntungan dari situ kembali ke rakyat,” jelasnya.

Baca Juga :  Mengenal SLHS yang Jadi Syarat Dapur MBG, Bagaimana Cara Dapatnya? Silahkan Disimak

DUKUNGAN PROGRAM KREDIT USAHA RAKYAT (KUR)
Selain program BSPS ditambahkan Ara (panggilan akrab Maruarar Sirait) pemerintah juga menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan untuk mendukung masyarakat dan pelaku usaha kecil di sektor perumahan. Melalui skema ini, masyarakat bisa mengakses pinjaman dengan bunga rendah tanpa harus bergantung pada rentenir.

“KUR perumahan bunganya disubsidi. Dari 11 persen, disubsidi 5 persen, jadi hanya bayar 6 persen. Untuk pinjaman di bawah Rp100 juta bahkan tidak perlu jaminan,” kata Maruarar.

Ia juga menyebut kontraktor kecil, developer, dan toko bangunan dengan kategori UMKM dapat mengakses pinjaman hingga Rp20 miliar untuk mendukung pembangunan rumah rakyat.

Terkait target, Maruarar menyebut pemerintah akan mulai dengan 83 ribu unit rumah yang telah diverifikasi. Program tersebut kemudian akan terus ditingkatkan hingga mencapai target 400 ribu rumah dalam satu tahun.

“April ini 83 ribu mulai jalan. Lalu Mei kita genjot lagi sampai 400 ribu. Tidak usah nunggu lama-lama,” ujarnya.

Menurutnya, program bedah rumah juga didukung berbagai pihak swasta melalui skema gotong royong. Sejumlah perusahaan seperti Buddha Tzu Chi, Astra, dan Djarum turut berpartisipasi dalam pembangunan rumah masyarakat.

“Gotong royong tumbuh luar biasa. Ada APBN, ada CSR, semuanya berlomba membantu masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemkab Tangerang Siap Menerapkan WFH bagi ASN Kecuali Unit Pelayanan Masyarakat Bekerja Normal
Kedatangan rombongan Menteri PKP Maruarar Sirait disambut pemerintah setempat diantaranya Camat Tigaraksa dan Kepala Desa Pete beserta jajarannya

Sementara itu, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Qodari, menilai program BSPS bukan sekadar bantuan renovasi rumah, tetapi juga bagian dari pendidikan sosial bagi masyarakat.

“Pak Prabowo lewat Pak Ara ini bukan hanya membantu masyarakat, tapi juga mencerdaskan rakyat Indonesia. Dengan inovasi seperti tender rakyat, masyarakat belajar memilih harga terbaik dan mengelola proyek sendiri,” kata Qodari.

Ia menyebut konsep tender mikro yang diterapkan dalam program tersebut menjadi langkah baru dalam pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, proses tender yang biasanya identik dengan kalangan elit kini bisa dilakukan masyarakat secara terbuka dan transparan.

Salah satu penerima program BSPS dari 21 rumah yang akan dibedah di Kp Kalapa Dua Desa Pete Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang

“Kalau tender ini berjalan, masyarakat semakin cerdas, dapat harga terbaik, dan hasilnya kembali ke mereka. Jadi bukan sekadar bantuan, tapi juga proses pembelajaran,” ujarnya.

Diketahui Program BSPS yang sebelumnya dikelola Kementerian PUPR itu (sesuai akun resmi PUPR) pengajuan program bisa melalui saluran SPAN Lapor dan infomasinya dana stimulannya senilai Rp 20 juta yang peruntukannya digunakan untuk pembelian bahan bangunan Rp 17,5 juta dan upah tukang Rp 2,5 juta. Masyarakat penerima bantuan juga harus memiliki keswadayaan maupun semangat untuk memperbaiki rumahnya dan menentukan toko bangunan yang ditunjuk untuk menyediakan bahan material bangunan yang diperlukan dalam proses pembangunan.

(Red)

Berita Terkait

Pemkab Tangerang Siap Menerapkan WFH bagi ASN Kecuali Unit Pelayanan Masyarakat Bekerja Normal
Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Matagara Tigaraksa
Kenapa Belakangan Cuaca di Tangerang Panas, Ternyata Ini Penyebabnya…
55 hari Menjabat Kajari Kabupaten Tangerang Hari Ini Fajar Gurindro Lepas Sambut kepada Wahyudi Eko Husodo
Calon Jamaah Haji Kabupaten Tangerang Tahun 2026 Beli Jas Almamater Seharga Rp 750 Ribu, Terungkap pada Acara Manasik
Presiden Prabowo Soroti Maraknya Spanduk Ayam Goreng di Jalanan, Eh ‘Anak Buahnya’ Sengaja Pasang di Kawasan Tigaraksa
PP 48/2025 sudah ditandatangani Presiden Prabowo, Siap-siap Tanah HGU dan HGB Nganggur 2 Tahun Bakal Disita
Pemkab Tangerang Intensif Telusuri Agen PMI Ilegal Nur Afni Afriyanti asal Kronjo yang kini diduga sakit di Arab Saudi
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 10:36 WIB

Pemkab Tangerang Siap Menerapkan WFH bagi ASN Kecuali Unit Pelayanan Masyarakat Bekerja Normal

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:34 WIB

Menteri PKP Maruarar Sirait Datangi Lokasi Penerima BSPS di Kabupaten Tangerang, Pastikan Tepat Sasaran

Sabtu, 14 Maret 2026 - 17:30 WIB

Kenapa Belakangan Cuaca di Tangerang Panas, Ternyata Ini Penyebabnya…

Senin, 9 Maret 2026 - 11:02 WIB

55 hari Menjabat Kajari Kabupaten Tangerang Hari Ini Fajar Gurindro Lepas Sambut kepada Wahyudi Eko Husodo

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:12 WIB

Calon Jamaah Haji Kabupaten Tangerang Tahun 2026 Beli Jas Almamater Seharga Rp 750 Ribu, Terungkap pada Acara Manasik

Berita Terbaru