264 KDKMP di Kabupaten Tangerang Telah Beroperasi, Baru 18 Koperasi yang Memiliki Gerai

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid saat meresmikan Gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih Kelurahan Medang Kec. Pagedangan pada Minggu (16/11/25)

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid saat meresmikan Gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih Kelurahan Medang Kec. Pagedangan pada Minggu (16/11/25)

KABUPATEN TANGERANG — Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 264 Koperasi Desa/kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah tersebut kini telah beroperasi. Meski demikian, dari ratusan koperasi yang ada, tercatat baru sekitar 18 koperasi yang sudah memiliki gerai fisik sendiri yang dibangun oleh PT. Agrinas bekerjasama dengan TNI.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Anna Ratna, mengungkapkan bahwa tingkat operasional KDKMP di wilayahnya sebenarnya sudah mencapai 95 persen. Namun, tantangan terbesar saat ini masih jamak ditemui pada koperasi yang berada di tingkat desa.

“Kendala di lapangan umumnya berkisar pada pengurus yang kurang aktif, kurangnya dukungan penuh dari kepala desa, serta masalah pasokan barang yang akan dijual,” ujar Anna kepada wartawan. Selasa, 7 Juli 2026.

Untuk mengatasi kendala pasokan dan menggerakkan roda ekonomi koperasi, kata Anna, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang mendorong KDKMP untuk memfasilitasi produk masyarakat lokal. Salah satu langkah konkret yang telah berjalan adalah kemitraan dengan sektor swasta, khususnya industri perhotelan.

Baca Juga :  Warga Kecamatan Kosambi Terlilit Utang Rentenir Tanahnya Disita, Dewan Chris Ngamuk
Gerai Diskum Kabupaten Tangerang

Saat ini, sudah ada empat hotel bintang 3 di Kabupaten Tangerang yakni Hotel Yasmin, Sapphire, Green Thatch, dan Kubika yang menyerap produk camilan (snack) dari para pelaku usaha mikro yang menjadi anggota KDKMP.

“Dari masyarakat pelaku usaha yang bikin kue, yang bikin cemilan-cemilan, bisa menjadi anggota KDKMP. Nah, nanti barang-barangnya dijualnya ke hotel dan itu sudah berjalan, ” Kata Anna.

Namun, di sisi lain, sektor perdagangan sembilan bahan pokok (sembako) seperti minyak goreng dan beras tetap menjadi komoditas utama yang paling diminati oleh koperasi. Meski begitu, koperasi masih kerap kesulitan mendapatkan pasokan barang bersubsidi, sehingga harus bersaing ketat dengan toko sembako besar dan warung klontong di sekitar masyarakat.

Lebih jauh, Anna mengatakan, untuk opsi pengembangan usaha ke sektor simpan pinjam, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang menegaskan belum menjalankan program tersebut pada KDKMP. Pihaknya secara tegas mengimbau pengurus koperasi untuk menunda sektor usaha ini karena risiko operasional yang dinilai terlalu tinggi.

“Ada tiga faktor utama yang menjadi pertimbangan berat nya usaha simpat pinjam yaitu permodalan, resiko kredit, dan SDMnya. Walaupun itu yang menjadi primadona, ” ujar Anna.

“Kami tidak melarang, namun sangat tidak menyarankan jika fondasi koperasi belum kuat. Sektor simpan pinjam itu mengelola uang anggota, jadi tanggung jawabnya sangat berat,” tambah Anna.

Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Tri Samiharto, menambahkan bahwa pembangunan gerai fisik bagi KDKMP sejauh ini baru terealisasi sebanyak 18 unit. Proses pembangunan infrastruktur gerai tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan pihak eksternal, yakni TNI dan PT Agrinas.

Tri menegaskan bahwa pihaknya melakukan monitoring, evaluasi dan pembinaan kepada KDKMP baik langsung datang ke gerai sementara atau melalui kegiatan bimtek- bimtek.

“Fokus kami sepenuhnya diarahkan pada pembinaan, pemeriksaan, dan pengawasan. Kami memastikan bahwa dana stimulasi yang berasal dari CSR senilai Rp100 juta yang dikucurkan dapat dikelola dengan benar dan transparan oleh masing-masing pengurus koperasi,” pungkas Tri.

(Red)

Berita Terkait

Bupati Tangerang Membuka Festival Kampung Budaya Kemuning Kecamatan Legok
Bupati Maesyal Resmi Mengukuhkan Pengurus Dekopinda Kabupaten Tangerang Periode 2026/2030
Wow, Peringatan HAN 2026 Sebanyak 2000 Anak Mengikuti Apel Akbar di Puspemkab Tangerang
Bupati Tangerang Meresmikan Rumah Ibadah Umat Hindu di Sodong Tigaraksa, Dibangun Sejak 2018
Bupati Tangerang Sidak ke Tigaraksa Pastikan Calon Penerima Program Gebrak Pakumis Disperkim Tepat Sasaran
Bantahan PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) tentang Pemberitaan Kredit Fiktif Rp 19.8 Milyar
Krisis Air Bersih Melanda Warga Satu Kampung di Desa Cirarab, Mobil Damkar Kirimkan Bantuan
Kades Munjul ‘Marah Besar’ PPDB SMPN 3 Solear Dinilai Tidak Menerima Mayoritas Warganya
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 17:34 WIB

Bupati Tangerang Membuka Festival Kampung Budaya Kemuning Kecamatan Legok

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:47 WIB

Bupati Maesyal Resmi Mengukuhkan Pengurus Dekopinda Kabupaten Tangerang Periode 2026/2030

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:51 WIB

Wow, Peringatan HAN 2026 Sebanyak 2000 Anak Mengikuti Apel Akbar di Puspemkab Tangerang

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:24 WIB

Bupati Tangerang Meresmikan Rumah Ibadah Umat Hindu di Sodong Tigaraksa, Dibangun Sejak 2018

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:56 WIB

Bupati Tangerang Sidak ke Tigaraksa Pastikan Calon Penerima Program Gebrak Pakumis Disperkim Tepat Sasaran

Berita Terbaru

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menandatangani Pembukaan Festival Kampung Budaya Kemuning Kecamatan Legok

Kabupaten Tangerang

Bupati Tangerang Membuka Festival Kampung Budaya Kemuning Kecamatan Legok

Senin, 27 Jul 2026 - 17:34 WIB