Bupati Tangerang Ikut Masak dan Makan Bersama Warga Korban Banjir di Dapur Umum Kecamatan Jayanti

Jumat, 16 Januari 2026 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid ikut memasak di Dapur Umum Korban Banjir di Kecamatan Jayanti (Foto ; Diskominfo Kabupaten Tangerang)

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid ikut memasak di Dapur Umum Korban Banjir di Kecamatan Jayanti (Foto ; Diskominfo Kabupaten Tangerang)

KABUPATEN TANGERANG — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung titik lokasi banjir di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang pada Jumat (16/01/2036).

Dalam kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid tidak hanya menyerahkan bantuan logistik, tetapi juga ikut memasak bersama ibu-ibu di dapur umum serta makan bersama warga terdampak banjir.

Bupati Tangerang hadir didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, serta Camat Jayanti. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Tangerang tersebut disambut hangat oleh masyarakat setempat.

“Hari ini kami bersama Kepala BPBD, Pak Kadis Bina Marga, Pak Camat, alhamdulillah bisa bertemu langsung dengan masyarakat di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, untuk melihat secara langsung kondisi banjir yang terjadi di wilayah ini,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid makan bersama para korban banjir di Kecamatan Jayanti

Dalam dialognya bersama warga, Bupati menyampaikan bahwa masyarakat mengusulkan beberapa langkah penanganan banjir, di antaranya pembangunan tanggul di Sungai Cidurian serta pembangunan pintu air antara Sungai Cidurian dan Sungai Parung Ceri

“Tadi sudah disampaikan oleh warga bahwa penanganannya salah satunya adalah pembangunan tanggul di Sungai Cidurian dan pembuatan pintu air antara Sungai Cidurian dengan Sungai Parung Ceri. Permohonan-permohonan ini akan segera kami bahas dan tindak lanjuti yang terbaik untuk masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pembangunan tanggul dan pintu air tersebut memerlukan ijin dan koordinasikan lebih lanjut dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), mengingat kewenangan sungai besar berada di pemerintah pusat. Namun demikian, Pemkab Tangerang akan terus berupaya agar pembangunan pintu air dapat direalisasikan lebih cepat.

“Mudah-mudahan ini bisa kita lakukan di tahun 2026, paling lambat 2027. Kami mohon doa dari masyarakat agar upaya ini bisa segera terealisasi sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Dia juga menyampaikan bahwa dalam beberapa hari terakhir pihaknya terus memantau dan turun langsung ke berbagai wilayah terdampak banjir di Kabupaten Tangerang.

“Sudah lima hari ini, kami turun langsung ke lokasi banjir, mulai dari Kosambi, Teluknaga, Kresek, Pakuhaji, dan hari ini di Jayanti. Kami tidak hanya datang bertemu warga lalu pulang, tetapi mendengarkan aspirasi masyarakat dan menindaklanjutinya,” jelasnya

Baca Juga :  Dua Ekor Sapi Induk dan Anaknya Kecebur Sumur di Panongan, Tim Damkar Berhasil Selamatkan
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid selain meninjau juga menyalurkan bantuan logistik kepada para korban banjir di Kecamatan Jayanti

Lanjut dia, secara keseluruhan banjir melanda 24 kecamatan di Kabupaten Tangerang, mencakup 119 desa dan kelurahan, dengan jumlah terdampak sekitar 14 ribu kepala keluarga atau 62 ribu jiwa.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, mulai dari pemerintah daerah, para camat, kepala desa, hingga unsur Muspika dan Muspida. Saya ucapkan terima kasih atas kerja sama dan kerja keras semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa penanganan banjir di Kabupaten Tangerang tidak bisa dilakukan Pemkab Tangerang sendiri namun harus melibatkan lintas sektor, sesuai kewenangan dan ketentuan perundang-undangan.

“Kami selalu berkoordinasi dengan BBWS C3 karena sungai-sungai besar dan anak sungainya merupakan kewenangan pusat dalam hal ini kementrian PU. Untuk drainase perumahan dan anak sungai kecil, itu menjadi kewenangan pemerintah daerah dan akan terus kami lakukan,” jelas Iwan

Ia menambahkan bahwa banjir tidak hanya disebabkan oleh persoalan drainase, tetapi juga alih fungsi lahan dan berkurangnya daerah tangkapan air di wilayah hulu serta perilaku masyarakat yang kurang peduli lingkungan

“Solusi ke depan bukan hanya normalisasi sungai, tetapi juga pembangunan kolam retensi di wilayah hulu dan tengah. Ini semua akan terus kami koordinasikan dengan pemerintah pusat. Masyarakat juga harus merubah perilakunya agar lebih peduli pada lingkungannya masing-masing,” tutupnya.

(Red)

Berita Terkait

Kadis LH Yudi Pradana Sapa Kader Babakan di Family Gathering Pantai Pandan
Family Gathering Babakan di Pantai Pandan, Lurah Teguh: Kalian Orang-Orang Terhebat
Camat Tangerang Riswan Apresiasi Kekompakan Kader Babakan
Komunitas Rakyat Memberi bareng Karang Taruna Bagikan Ratusan Bendera kepada Pengendara di Jalan PLP Curug
Gubernur Banten Salurkan Bantuan kepada Madhali Warga Lebak yang Viral Kelaparan
Lebarkan Gerakan Sosial, Komunitas Rakyat Memberi Sambangi Warga Taruna PPI Curug
Sambut Muharram 1448 Hijriyah, Media Online DMG Group Gelar Santunan Yatim
Bupati Tangerang Apresiasi Program Yayasan Kawan Muda 17 Kosambi dengan Rekrutmen Driver Shopee
Berita ini 112 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Kadis LH Yudi Pradana Sapa Kader Babakan di Family Gathering Pantai Pandan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:47 WIB

Family Gathering Babakan di Pantai Pandan, Lurah Teguh: Kalian Orang-Orang Terhebat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Camat Tangerang Riswan Apresiasi Kekompakan Kader Babakan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:38 WIB

Komunitas Rakyat Memberi bareng Karang Taruna Bagikan Ratusan Bendera kepada Pengendara di Jalan PLP Curug

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Gubernur Banten Salurkan Bantuan kepada Madhali Warga Lebak yang Viral Kelaparan

Berita Terbaru