KABUPATEN TANGERANG — Untuk kesekian kalinya kawasan Perumahan Mustika Tigaraksa dilanda banjir dan sepertinya sejak perumahan tersebut berdiri nyaris tak pernah absen hampir setiap 3 bulan tak luput dari ganasnya luapan air dari sungai (lebarnya sama dengan saluran air), dan saat ini pun kembali terjadi.
Menurut informasi, saat ini banjir yang melanda Perumahan itu terjadi sejak Minggu malam Senin (6/4/2026) dan mungkin terparah karena ketinggian air mencapai 1 meter, seperti biasanya baniir disebabkan tingginya intensitas hujan dan sungai/saluran air tak sanggup menampung sehingga meluap dan masuk ke perumahan tersebut.
Diketahui genangan air merendam ratusan rumah warga Perumahan yang berlokasi di dua desa yaitu Desa Pasirnangka dan Desa Matagara Kecamatan Tigaraksa itu ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 1 meter. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga lumpuh, sementara sebagian besar memilih bertahan di dalam rumah masing-masing.
Ketua RT 05 RW 09, Teguh Handoyo, mengatakan sedikitnya 150 rumah terdampak banjir yang tersebar di lima rukun tetangga (RT). “Banjirnya sudah sejak kemarin, ada lima RT yang terdampak, sekitar 150 rumah yang terendam banjir, dan makin parah ketika tanggul anak sungai jebol gak kuat nahan air luapan,” ungkap Teguh.
“Panjang tanggul yang jebol itu panjangnya sekitar 12 meter dan sudah disurvei sama Bupati, cuma sampai sekarang belum ada realisasinya,” ungkap Teguh.
Teguh mengatakan, hingga saat ini sebagian warga masih bertahan di rumah tanpa bantuan dari pemerintah, sementara warga lainnya memilih mengungsi ke rumah kerabat.
Ia menambahkan, kebutuhan mendesak warga saat ini adalah pasokan makanan siap saji, mengingat akses untuk membeli kebutuhan sehari-hari terhambat akibat genangan air.
“Kebutuhan yang paling mendesak itu makanan karena mobilitas warga untuk membeli makanan susah, jalanannya terendam,” katanya.
(Red)









