Fenomena Warung Madura, Buka Nonstop 24 Jam Bikin Ketar Ketir Alfamart Indomaret

Sabtu, 7 Juni 2025 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu Warung Madura

Salah satu Warung Madura

Kekuasaan Indomaret dan Alfamart kini dinilai mulai goyah setelah hadirnya Warung Madura di sejumlah kota di Indonesia.

Fenomena Warung Madura yang tak pernah tutup ini menarik perhatian banyak orang. Warung- warung ini sangat konsisten menjalankan operasionalnya selama 24 jam.

Warung kelontong ini mulai bermunculan di wilayah Kediri sejak dua tahun terakhir. Masyarakat pun memberi julukan khusus kepada Warung Madura, menyebutnya sebagai tempat yang hanya akan tutup saat kiamat tiba.

Warung Madura yang buka 24 jam nonstop menjual berbagai barang kebutuhan rumah tangga, layaknya minimarket, namun harganya lebih murah karena berbentuk warung kelontong. Beberapa di antara Warung Madura itu dilengkapi stasiun mini pengisian bahan bakar umum di depannya.

Rentengan snack, sabun, rokok, dan aneka barang digantung di rak kaca yang juga berisi aneka barang kebutuhan harian. Kulkas di pojok sebelah kiri, rak pendingin es krim di sebelah kanan, deretan air minum dalam kemasan galon melengkapi dagangan mereka.

Barang jualan meluber hingga emper warung yang tak mungkin tiap warung ditutup harus dimasukkan dan esoknya dikeluarkan kembali. Hal itulah yang mengharuskan mereka membuka warung 24 jam, sama seperti apotek dan minimarket.

Tidak hanya itu, dalam dua tahun belakangan ini, Warung Madura menjamur dengan pesat di wilayah Kediri. Bahkan, beberapa di antaranya berjejeran dengan jarak hanya 30 meter saja.

Pesona warung Madura seperti milik Tofik belakangan ini semakin menyita perhatian. Bukan hanya karena jumlahnya yang semakin menjamur, namun juga karena isu pembatasan jam buka yang sempat viral beberapa waktu lalu menjadi penyebabnya.

Puluhan tahun terakhir, masyarakat tak bisa berbuat apa-apa dengan kepungan retail-retail modern berbentuk minimarket yang menjamur di setiap sudut kota.

Warung-warung kelontong tradisional perlahan tersisihkan dan jumlahnya semakin berkurang. Menjamurnya warung Madura belakangan seperti menjadi titik balik dari itu semua.

Tofik (54) pria asal Sumenep ini mengatakan, warung Madura bermula dari usaha milik sekelompok orang-orang asal Sumenep yang merantau ke Jakarta dan Bali.

Kebanyakan dari mereka memilih untuk berdagang dengan membuka warung di perantauan dengan ciri khas tatanan toko warung Madura seperti yang kita kenal saat ini.

“Lama-lama, orang-orang Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan seperti saya, juga ikut buka. Itu juga yang membuat jumlahnya makin banyak sekarang,” ungkap Tofik yang warungnya berada di Jalan Panglima Polim Kelurahan Kemasan Kota Kediri.

Tofik mengatakan, sebenarnya tidak ada pakem khusus untuk tatanan warung Madura. Hanya saja, kebanyakan pemilik warung Madura memang ingin memanfaatkan ruang sempit yang mereka miliki dengan sebaik mungkin.

“Orang-orang Madura merasa desain seperti ini membuat toko tampak rapi dan bersih. Itu saja,” terangnya.

Baginya, niatnya berdagang hanya mencari nafkah. “Ndak ada niat lain,” ucapnya.

Persaingan dengan retail minimarket modern juga tidak dia pusingkan. Bagi Tofik, tidak ada pikiran Warung Madura miliknya bersaing dengan minimarket. “Rezeki semua sudah ada yang ngatur, ada porsinya masing-masing,” kata dia.

Berikut adalah beberapa fakta menarik lainnya tentang Warung Madura:

1. Pasangan Suami Istri Sebagai Penjaga Warung

Hampir di setiap Warung Madura, Anda akan menemui pasangan suami istri sebagai penjaga. Mereka terlihat berbeda dari pegawai toko kelontong pada umumnya. Keduanya membagi waktu kerja dengan baik. Sang istri biasanya bertugas dari pagi hingga sore, sementara sang suami mengambil alih dari sore hingga dini hari.

2. Jam Operasional 24 Jam (Nonstop)

Masyarakat yang familiar dengan Warung Madura tidak akan terkejut melihatnya tetap buka hingga larut malam. Toko kelontong ini memang terkenal dengan layanan 24 jam penuh. Para pegawai di sini tidak mengenal istilah shift atau jadwal kerja. Mereka siap sedia melayani selama 24 jam penuh.

3. Menjual BBM dan Sembako

Selain sebagai tempat belanja sembako, Warung Madura juga dikenal menjual bahan bakar minyak jenis Pertalite dan Pertamax. Mereka menjual BBM dengan menggunakan mesin pompa Pertamini.

4. Selalu Terhubung dengan Telpon

Jangan heran jika Anda melihat pegawai Warung Madura sibuk dengan ponselnya. Mereka sering berkomunikasi dengan rekan sekampung atau sesama profesi.

5. Penjual Mengenakan Sarung

Salah satu ciri khas Warung Madura adalah penjualnya, yang kebanyakan mengenakan sarung dan berusia antara 26-55 tahun. Mereka biasanya tidur siang di dalam warung untuk bergantian menjaga toko di malam hari.

6. Harga Lebih Terjangkau

Barang-barang kebutuhan sehari-hari yang dijual di Warung Madura dikenal lebih murah dibandingkan dengan harga di minimarket atau toko ritel modern.

Dengan berbagai keunikan yang ditawarkannya, tidak mengherankan jika Warung Madura menjadi pilihan utama bagi banyak orang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

(Source ; JatimTimes)

Baca Juga :  Inilah Langkah Tindakan yang harus dilakukan bila terkena Banjir di Rumah

Berita Terkait

Kepala BPKAD dan Asda 2 Pemkab Tangerang Dilantik sebagai Komisaris Utama di 2 BUMD, PT BPR KRG dan PT MKR (Perseroda)
Tiga BUMD Kabupaten Tangerang Mendapat Penghargaan Top BUMD Award 2026 dari Majalah Top Bussines
Pelayanan OSS RBA Kabupaten Tangerang Meningkat: 3.270 NIB Terbit, Didominasi Sektor UMK dan Risiko Rendah
60 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Tangerang Dibantu Modal CSR Rp 100 Juta untuk Usaha
Wabup Tangerang bareng BPOM Sidak Pasar Gudang Tigaraksa, Ada apa ya?
Bupati Maesyal ; “Saya minta SPPG, Camat, OPD, Kades dan semua unsur terkait gotong-royong sukseskan program MBG”
Festival UMKM Ngider Digelar di Kecamatan Kronjo, Gerakkan Ekonomi Lokal
Bupati Maesyal Mengenakan Jaket Gojek Terima Audiensi Perwakilan Ojek Online
Berita ini 262 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 08:46 WIB

Kepala BPKAD dan Asda 2 Pemkab Tangerang Dilantik sebagai Komisaris Utama di 2 BUMD, PT BPR KRG dan PT MKR (Perseroda)

Selasa, 14 April 2026 - 08:47 WIB

Tiga BUMD Kabupaten Tangerang Mendapat Penghargaan Top BUMD Award 2026 dari Majalah Top Bussines

Kamis, 6 November 2025 - 13:50 WIB

Pelayanan OSS RBA Kabupaten Tangerang Meningkat: 3.270 NIB Terbit, Didominasi Sektor UMK dan Risiko Rendah

Kamis, 30 Oktober 2025 - 20:19 WIB

60 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Tangerang Dibantu Modal CSR Rp 100 Juta untuk Usaha

Kamis, 23 Oktober 2025 - 15:25 WIB

Wabup Tangerang bareng BPOM Sidak Pasar Gudang Tigaraksa, Ada apa ya?

Berita Terbaru

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menandatangani Pembukaan Festival Kampung Budaya Kemuning Kecamatan Legok

Kabupaten Tangerang

Bupati Tangerang Membuka Festival Kampung Budaya Kemuning Kecamatan Legok

Senin, 27 Jul 2026 - 17:34 WIB