Penanganan Sampah Di Kabupaten Tangerang Kadis LHK Fachrul Rozi Nyatakan No Open Dumping but Sanitary Landfill

Sabtu, 17 Mei 2025 - 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadis LHK Fachrul Rozi bersama Deden Syukron Lawyer Pemkab Tangerang saat memberikan keterangan Pers seputar penanganan sampah di TPA Jatiwaringin

Kadis LHK Fachrul Rozi bersama Deden Syukron Lawyer Pemkab Tangerang saat memberikan keterangan Pers seputar penanganan sampah di TPA Jatiwaringin

KABUPATEN TANGERANG — Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kabupaten Tangerang, Fachrul Rozi berjanji tidak akan memakai sistem open dumping dalam mengelola tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Jatiwaringin. Rozi menegaskan pihaknya akan menggunakan sistem sanitary landfill.

“Kita akan melakukan tahapan untuk tidak lagi menggunakan open dumping tapi dengan sanitary landfill,” kata Rozi di TPA Jatiwaringin, Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Jumat (16/5/2025).

Apa itu Sanitary Landfill? Berikut informasi tentang sistem tersebut ;

Sanitary Landfill adalah metode pengelolaan sampah yang dilakukan dengan cara mengubur sampah di dalam tanah dengan cara yang terkendali dan terstruktur. Tujuan dari Sanitary Landfill adalah untuk mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Ciri-ciri Sanitary Landfill

1. Pengelolaan sampah yang terkendali : Sampah dikumpulkan, diangkut, dan diolah dengan cara yang terkendali.

2. Penguburan sampah yang terstruktur : Sampah dikubur di dalam tanah dengan cara yang terstruktur, dengan lapisan-lapisan yang dirancang untuk mencegah pencemaran lingkungan.

3. Penggunaan teknologi : Sanitary Landfill menggunakan teknologi untuk mengelola sampah, seperti sistem pengumpulan gas metana dan sistem pengolahan lindi.

Baca Juga :  Dapat Info Ada 2 Rumah Rusak di Kecamatan Kresek Bupati Langsung Tinjau Walau Hari Libur

Manfaat Sanitary Landfill

1. Mengurangi pencemaran lingkungan : Sanitary Landfill dapat mengurangi pencemaran lingkungan dengan mengisolasi sampah dari lingkungan sekitar.

2. Mengurangi risiko kesehatan : Sanitary Landfill dapat mengurangi risiko kesehatan masyarakat dengan mengurangi penyebaran penyakit dan vektor penyakit.

3. Menghasilkan energi : Sanitary Landfill dapat menghasilkan energi dari gas metana yang dihasilkan oleh proses penguraian sampah.

Tantangan Sanitary Landfill

1. Biaya operasional : Sanitary Landfill memerlukan biaya operasional yang tinggi untuk pengelolaan sampah dan pemeliharaan fasilitas.

2. Pencemaran lingkungan : Sanitary Landfill dapat menyebabkan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

3. Keterbatasan lahan : Sanitary Landfill memerlukan lahan yang luas untuk penguburan sampah.

Sanitary Landfill adalah metode pengelolaan sampah yang efektif dan efisien, tetapi memerlukan pengelolaan yang baik dan teknologi yang tepat untuk mengurangi dampak negatifnya.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tangerang Nawa Said Dimyati turut mengomentari statement Kadis LHK terkait penanganan sampah dengan memakai sistem Sanitary Landfill, menurutnya sistem itu agak sulit direalisasikan bila melihat kondisi yang ada saat ini di TPA Jatiwaringin.

Baca Juga :  APDESI Kabupaten Tangerang Gelar Raker di Bandung Jawa Barat, 246 Kades Hadir

“Sistem Sanitary Landfill memerlukan lahan yang luas untuk mengurai sampah dan harus lebih luas dari TPA Jatiwaringin yang luas lahan mencapai 31 hektar dan informasinya yang belum terisi sampah tinggal 6 hektar lagi,” ucap Nawa Said, Sabtu (17/05/2025).

Menurutnya, penanganan sampah yang pas untuk kondisi sekarang itu dengan sistem Incinerasi atau dibakar dengan alat yang canggih menghasilkan energi tapi ramah lingkungan sehingga bisa mengurangi volume sampah di TPA Jatiwaringin.

Menteri LHK Hanif saat mendatangi TPA Jatiwaringin Kabupaten Tangerang

Seperti diketahui Jumat kemarin (16/05/2025) Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mendatangi langsung dan mempertanyakan keberadaan asap yang mengepul dari gunungan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Sukadiri, Kabupaten Tangerang.

Hanif yang tiba di lokasi sekitar pukul 11.20 WIB bersama rombongan, langsung disambut dengan pemandangan kabut asap yang menyelimuti area TPA. Ia menegur Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Fachrul Rozi, yang turut hadir di lokasi dan tak berselang lama Menteri LHK langsung meninggalkan lokasi tersebut.

(Red)

 

Berita Terkait

Optimalkan Ekonomi Desa, Bupati Tangerang Hadiri Peresmian Serentak Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden RI
Pasca Penggerudukan Warga Bupati Tangerang Sidak ke Lokasi THM Tak Berizin di Kelurahan Kaduagung Tigaraksa
Perdana Dirasakan Warga Kabupaten Tangerang, Urus Roya dan Waris Selesai dalam Lima Menit
Menko AHY Apresiasi Pembangunan Rumah Layak Huni untuk Nelayan Kecamatan Mauk Tangerang
Normalisasi Aliran Sungai Solusi Konkrit Atasi Masalah Banjir di Wilayah Kabupaten Tangerang, Sosok Ketegasan Gubernur KDM Diperlukan
Banjir Kembali Melanda Perumahan Mustika Tigaraksa Ketinggian Air Mencapai 1 Meter, Warga Butuh Bantuan…
Pemkab Tangerang Siap Menerapkan WFH bagi ASN Kecuali Unit Pelayanan Masyarakat Bekerja Normal
Menteri PKP Maruarar Sirait Datangi Lokasi Penerima BSPS di Kabupaten Tangerang, Pastikan Tepat Sasaran
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:43 WIB

Optimalkan Ekonomi Desa, Bupati Tangerang Hadiri Peresmian Serentak Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden RI

Jumat, 15 Mei 2026 - 08:16 WIB

Pasca Penggerudukan Warga Bupati Tangerang Sidak ke Lokasi THM Tak Berizin di Kelurahan Kaduagung Tigaraksa

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:03 WIB

Perdana Dirasakan Warga Kabupaten Tangerang, Urus Roya dan Waris Selesai dalam Lima Menit

Kamis, 16 April 2026 - 15:45 WIB

Menko AHY Apresiasi Pembangunan Rumah Layak Huni untuk Nelayan Kecamatan Mauk Tangerang

Kamis, 9 April 2026 - 09:41 WIB

Normalisasi Aliran Sungai Solusi Konkrit Atasi Masalah Banjir di Wilayah Kabupaten Tangerang, Sosok Ketegasan Gubernur KDM Diperlukan

Berita Terbaru