Tingginya Angka Pengangguran di Kabupaten Tangerang Apakah Sudah Ada Solusi?

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan 1 Mobil Training Ketrampilan keliling yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Disnaker diantaranya solusi untuk mengatasi masalah pengangguran

Penampakan 1 Mobil Training Ketrampilan keliling yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Disnaker diantaranya solusi untuk mengatasi masalah pengangguran

KABUPATEN TANGERANG — Berdasarkan data Sakernas Tahun 2024, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Tangerang tercatat sebesar 6,06% atau setara dengan 102.510 orang. Angka ini menunjukkan masih terjadi ketimpangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja.

Kondisi ini diperparah dengan 9.766 pekerja di wilayah Kabupaten Tangerang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepanjang tahun 2025. Angka tersebut meroket tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

‎”PHK pada tahun 2024 itu sebanyak 5.058 pekerja, tahun 2025 naik 93,08 persen,” kata Kepala Bidang Hubungan Industrial (HI) Disnaker Kabupaten Tangerang Hendra, Rabu (7/1/2026).

Hendra menyebut, secara umum faktor utama beberapa perusahaan di wilayahnya melakukan PHK karena biaya produksi yang semakin tinggi di Kabupaten Tangerang. Naiknya biaya produksi tersebut tidak sebanding dengan pesanan dari klien yang malah terus menurun akibat persaingan global dan peralihan teknologi.

‎”Sebanyak 7.007 pekerja terkena PHK karena efisiensi, 919 pekerja karena indisipliner, 864 pekerja karena perusahaannya tutup, 420 pekerja resign dan 311 pekerja di-PHK karena restrukturisasi,” ungkapnya.

Hendra juga menjelaskan, naik turunnya angka PHK dari tahun ke tahun sangat dipengaruhi oleh kebijakan perusahaan-perusahaan padat karya. Pasalnya, mayoritas perusahaan-perusahaan tersebut yang merajai industri di Kabupaten Tangerang.

“Kebanyakan PHK terjadi di industri alas kaki, tekstil, dan garmen,” ungkapnya.

Tingginya angka PHK di sektor tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat industri padat karya selama ini menjadi salah satu penopang utama penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Tangerang. Salah satu solusi jangka panjang yakni mengadakan pelatihan kewirausahaan kepada masyarakat usia produktif.

‎”Salah satu solusi yang kami dorong adalah melalui program perluasan kesempatan kerja berbasis kewirausahaan,” ujar Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Iis kurniati.

Diketahui Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten merilis tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Banten per Agustus 2025. Dari delapan kabupaten/kota, ini daerah dengan TPT tertinggi di Banten.

Diungkapkan Ketua Tim Statistik Sosial BPS Provinsi Banten Adam Sofian mengungkapkan, daerah dengan tingkat pengangguran terbuka tertinggi yakni Kabupaten Pandeglang 8,80 persen. Kemudian, Kabupaten Serang 8,73 persen.

“Kota Cilegon 7,41 persen,” ujar Adam saat membacakan rilis, Rabu, 5 November 2025.

Kemudian, lanjut Adam, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Lebak 7,30 persen, Kota Serang 6,95 persen, dan Kabupaten Tangerang 5,94 persen. Berikutnya, Kota Tangerang 5,88 persen.

“Sedangkan yang terakhir Kota Tangerang Selatan 4,13 persen,” ungkapnya.

Sedangkan untuk tingkat pengangguran terbuka di Banten, BPS merilis di angka 6,69 persen, Angka itu naik dibandingkan Agustus 2024 sebesar 6,68 persen.

(Kutif)

Baca Juga :  Habitat for Humanity Indonesia Membangun 51 Rumah Layak Huni di Tanjung Kait Mauk

Berita Terkait

Bupati Tangerang Meresmikan Selesainya Proyek Pemugaran dan Penataan Makam Kramat Ki Mauk
Bapenda Pasang Stiker Wajib Pajak Belum Penuhi Kewajiban Disejumlah Restoran
Kembalikan Fungsi Fasum, Satpol PP Tertibkan Ratusan Bangunan Liar di Desa Sukamantri Pasar Kemis
Pendaftaran Beasiswa Tangerang Gemilang 2026 Ditutup, 1.560 Peserta Lolos Seleksi Administrasi
Pilkades 2027, Ketetapan Bacalon Kades Incumbent 2 Periode Menjabat Bisa Daftar Menunggu Permendagri
Gandeng Apjatel, Wabup Intan Targetkan 15 Ruas Jalan Bebas Kabel Udara Tanpa Gunakan APBD
Bupati Tangerang Apresiasi Pabrik Kabel di Desa Budimulya Cikupa Gelar Baksos Bagikan 150 Paket Sembako kepada Warga Sekitar
Semrawutnya Kabel Menjuntai Disepanjang Jalan Tapos Golf Tigaraksa Tak Terkendali, Penyebab Terjadi Laka Lantas
Berita ini 165 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:22 WIB

Bupati Tangerang Meresmikan Selesainya Proyek Pemugaran dan Penataan Makam Kramat Ki Mauk

Senin, 11 Mei 2026 - 12:45 WIB

Bapenda Pasang Stiker Wajib Pajak Belum Penuhi Kewajiban Disejumlah Restoran

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:33 WIB

Kembalikan Fungsi Fasum, Satpol PP Tertibkan Ratusan Bangunan Liar di Desa Sukamantri Pasar Kemis

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:58 WIB

Pendaftaran Beasiswa Tangerang Gemilang 2026 Ditutup, 1.560 Peserta Lolos Seleksi Administrasi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:13 WIB

Pilkades 2027, Ketetapan Bacalon Kades Incumbent 2 Periode Menjabat Bisa Daftar Menunggu Permendagri

Berita Terbaru