Kabupaten Tangerang Dikepung Banjir Pemkab akan Percepat Penanganannya, Paling Lambat 2027

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir di Cikande Kabupaten Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Banjir di Cikande Kabupaten Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

KABUPATEN TANGERANG —- Nyaris seluruh Kecamatan dikepung banjir Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mempercepat penanganan masalah tersebut di sejumlah wilayah kecamatan yang terdampak.

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan, banjir yang terjadi di daerahnya itu secara umum merupakan dampak dari beberapa luapan bantaran sungai, bulai dari aliran Cidurian, Kali Prancis, Cimanceuri hingga rob dari luapan laut pantai utara.

Salah satu solusi yang diusulkan warga terdampak adalah pembangunan tanggul. “Permohonan-permohonan ini akan segera kami bahas dan tindak lanjuti yang terbaik untuk masyarakat,” kata Maesyal, seperti dikutip dari ANTARA, Jumat (16/1/2026).

Menurutnya, pembangunan tanggul dan pintu air untuk menanggulangi banjir tersebut memerlukan izin dan koordinasikan lebih lanjut dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), mengingat kewenangan sungai besar berada di pemerintah pusat.

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid bareng Kapolresta dan jajarannya meninjau langsung lokasi banjir di Desa Pasir Ampo Kecamatan Kresek akibat tanggul Sungai Cidurian Jebol

Sebelumnya, banjir yang melanda daerah Kabupaten Tangerang telah mencakup 24 kecamatan dengan 119 desa dan kelurahan, dengan jumlah penduduk terdampak sekitar 14 ribu kepala keluarga atau 62 ribu jiwa.

Pemerintah pun telah menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul meluasnya cakupan titik banjir tersebut.

1. Paling lambat 2027, banjir bisa ditangani dengan solusi yang diambil

Baca Juga :  Kolaborasi Kemensos dan Karang Taruna, Pemkab Tangerang Salurkan Bantuan untuk 50 PPKS
Foto udara kawasan permukiman yang terendam banjir di Perumahan Taman Cikande, Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/1/2026) (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)

Namun demikian, kata dia, Pemkab Tangerang akan terus berupaya agar pembangunan pintu air dapat direalisasikan lebih cepat. Dia berharap, paling lambat 2027, banjir bisa ditangani dengan solusi yang sesuai aturan. “Kami mohon doa dari masyarakat agar upaya ini bisa segera terealisasi sesuai ketentuan yang berlaku,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah menyebut, pihaknya tidak bisa sendirian dalam menangani banjir tersebut dan harus melibatkan lintas sektor, sesuai kewenangan dan ketentuan perundang-undangan.

Sejauh ini, dia mengaku sudah berkoordinasi dengan BBWS C3 karena sungai-sungai besar dan anak sungainya merupakan kewenangan pusat dalam hal ini Kementrian PU. “Untuk drainase perumahan dan anak sungai kecil, itu menjadi kewenangan pemerintah daerah dan akan terus kami lakukan,” jelas Iwan.

2. Alih fungsi lahan juga menjadi faktor terjadinya banjir

Baca Juga :  MUI Pertanyakan Rencana Presiden Prabowo Evakuasi 1000 Warga Gaza Palestina
Foto udara kawasan permukiman yang terendam banjir di Perumahan Taman Cikande, Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/1/2026). Banjir setinggi 60 centimeter hingga dua meter akibat luapan Sungai Cidurian (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)

Ia menambahkan bahwa banjir tidak hanya disebabkan oleh persoalan drainase, tetapi juga alih fungsi lahan dan berkurangnya daerah tangkapan air di wilayah hulu serta perilaku masyarakat yang kurang peduli lingkungan

“Solusi ke depan bukan hanya normalisasi sungai, tetapi juga pembangunan kolam retensi di wilayah hulu dan tengah. Ini semua akan terus kami koordinasikan dengan pemerintah pusat. Masyarakat juga harus mengubah perilakunya agar lebih peduli pada lingkungannya masing-masing,” ungkap Iwan.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik mengatakan bahwa penetapan status tanggap darurat ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi data dan cakupan luasan banjir yang terjadi sejak Minggu, 11 Januari lalu.

Kebijakan ini juga dilakukan sebagai tujuan mempercepat penanganan bencana, pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, serta koordinasi lintas sektor, sehingga bisa mengurangi dampak yang lebih luas. Kemudian, langkah itu bisa dimanfaatkan untuk penyiapan sarana dan prasarana untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak bencana banjir yang melanda wilayahnya tersebut.

(Red)

Berita Terkait

Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror ‘Pocong’ untuk Takuti Warga
Optimalkan Ekonomi Desa, Bupati Tangerang Hadiri Peresmian Serentak Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden RI
Pasca Penggerudukan Warga Bupati Tangerang Sidak ke Lokasi THM Tak Berizin di Kelurahan Kaduagung Tigaraksa
Perdana Dirasakan Warga Kabupaten Tangerang, Urus Roya dan Waris Selesai dalam Lima Menit
Menko AHY Apresiasi Pembangunan Rumah Layak Huni untuk Nelayan Kecamatan Mauk Tangerang
Normalisasi Aliran Sungai Solusi Konkrit Atasi Masalah Banjir di Wilayah Kabupaten Tangerang, Sosok Ketegasan Gubernur KDM Diperlukan
Banjir Kembali Melanda Perumahan Mustika Tigaraksa Ketinggian Air Mencapai 1 Meter, Warga Butuh Bantuan…
Pemkab Tangerang Siap Menerapkan WFH bagi ASN Kecuali Unit Pelayanan Masyarakat Bekerja Normal
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:39 WIB

Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror ‘Pocong’ untuk Takuti Warga

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:43 WIB

Optimalkan Ekonomi Desa, Bupati Tangerang Hadiri Peresmian Serentak Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden RI

Jumat, 15 Mei 2026 - 08:16 WIB

Pasca Penggerudukan Warga Bupati Tangerang Sidak ke Lokasi THM Tak Berizin di Kelurahan Kaduagung Tigaraksa

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:03 WIB

Perdana Dirasakan Warga Kabupaten Tangerang, Urus Roya dan Waris Selesai dalam Lima Menit

Kamis, 16 April 2026 - 15:45 WIB

Menko AHY Apresiasi Pembangunan Rumah Layak Huni untuk Nelayan Kecamatan Mauk Tangerang

Berita Terbaru