Slamet Budhi Kepala Bapenda itu Telah Purna Tugas, Tak Ada Lagi Sapaan ‘Dek Kepada Wartawan

Kamis, 2 Juli 2026 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Slamet Budhi telah purna tugas, jabatan terakhir Kepala Bapenda Kabupaten Tangerang

Slamet Budhi telah purna tugas, jabatan terakhir Kepala Bapenda Kabupaten Tangerang

TERHITUNG MULAI SATU JULI DUA RIBU DUA ENAM salah satu pejabat eselon dua Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tangerang Slamet Budi Mulyanto purna tugas (pensiun) selaku Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan sejak itu harus rela melepas segala atribut yang melekat pada dirinya pada jabatan terakhir Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), salah satu instansi yang tugasnya mengelola keuangan daerah diwilayah yang dijuluki Kota Seribu Industri itu.

Slamet Budhi putera dari Drs. H. Soejoed Bupati Ciamis (1978-1983) itu sejak mulai bekerja di Pemda Kabupaten Tangerang nampaknya jalan mulus posisi jabatannya selalu menyertainya tentunya bukan karena ia berasal dari keluarga yang mayoritas Pejabat di pemerintahan namun karena prestasi kinerjanya yang bagus dan mampu mengangkat reputasi instansi dimanapun ditempatkan.

Di balik sikap low profile itu, Slamet Budhi menorehkan tinta emas untuk Kabupaten Tangerang. The Leader Magazine Award 2025 dari Seven Media Asia datang atas kepemimpinan visionernya. Digiwara Award 2025 menyusul, berkat lonjakan penerimaan pajak daerah 17 persen. Sebelumnya, ia menjadi motor di balik raihan APBD Award 2024 untuk Pendapatan Asli Daerah tertinggi se-Provinsi Banten.

Gelar Doktor Ilmu Pemerintahan dari IPDN tahun 2023 dengan predikat sangat memuaskan hanya menegaskan satu hal: kecerdasan dan integritasnya bukan kebetulan. Ia memodernisasi layanan pajak tanpa gaduh. Ia turun ke masyarakat tanpa atribut.

Sikap itu ia warisi dari sang ayah, Drs. H. Soejoed, Bupati Ciamis (1978-1983). Sejak menjabat camat hingga Kepala Bapenda, Slamet Budhi tak pernah membawa jabatan ke lingkungan tempat tinggal. Ia menolak sopir pribadi. Ia lebih nyaman menyetir sendiri, bahkan saat keluar kota.

“Lebih santai. Kalau capek ya istirahat, sambil belanja kebutuhan warung,” ujarnya sambil tertawa.

Sebagai owner Warung Bambu di Ciater, Serpong, Tangerang Selatan, ia terbiasa mengelola waktu sendiri. Kegiatan akhir pekan itu ia jalani bersama sang istri, Nurhaidah, yang sama gemar berbelanja. Ia mau mengantri, berbaur dengan pedagang bakso untuk menggiling daging di tempat penggilingan di pasar tradisional.

Sisi lain dari birokrat kalem ini adalah hobi yang menantang: offroad. Menaklukkan lumpur, sungai, dan bebatuan menjadi cara ia mengasah nyali. Hobi itu ia tularkan pada ketiga putranya; Muhammad Adgifary, Muhammad Nazhari Taris dan Tezar Maulana Zaky

Tak berhenti di sana, ia juga berhasil menjadi ayah sekaligus motivator yang mendorong anak-anaknya meneruskan bisnis keluarga.

Hari ini, entitas bisnis keluarga Slamet Budhi terus bertumbuh. Warung Bambu, usaha cuci kendaraan Cleangasm, dan kafe Pitcup tak pernah sepi pelanggan. Dari tangan dingin keluarga ini lahir ekosistem yang menghidupi banyak orang.

Slamet Budhi telah berbagi pengalaman dan kisah usahanya yang telah disiapkan sejak dini, jauh sebelum apel terakhir tiba. Satu dasawarsa silam ia memulai usaha sesuai hobi, mengerjakannya sepenuh hati. Dan waktu membuktikan, usaha tak pernah mengkhianati hasil.

Salah satu rekan kerja Slamet Budhi yang juga kini menjabat Bupati Tangerang Moch.Maesyal Rasyid pun menyampaikan kalau Slamet Budhi, sahabat dekatnya sejak masa kuliah di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri Jatinangor, Jawa Barat itu jaringan pertemanan luas dan sikap luwes di berbagai situasi.

“Budhi pandai bergaul, jaringannya luas, dan bisa menempatkan diri di mana saja. Makanya saya sering mempercayakan dia untuk hadir mewakili saya di acara resmi,” ujar Maesyal, Bupati Tangerang 2025-2030.

Loyalitas Slamet Budhi juga menjadi nilai tambah. Menurut Maesyal, ia tidak pernah menolak tugas kedinasan dan selalu melaksanakannya tanpa keluhan. “Dia selalu siap. Loyalitasnya layak dicontoh, para ASN ” katanya.

Baca Juga :  Sangat Jorok, Tumpukan Sampah Menutupi Aliran Wates Kalimati Teluknaga

Hal senada juga disampaikan sahabat Slamet Budhi yaitu Benyamin Davnie Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), ia menyebut sejak kenal Slamet ketika bersama mengabdi dilingkungan Kantor Pemda Kabupaten Tangerang sewaktu kantornya masih di Kota Tangerang.

Baca Juga :  Hari ke-6 Kebakaran TPA Jatiwaringin Masih Berlanjut, Ratusan Warga Sekitar Terkena ISPA

““Budhi ini tipikal pemimpin masa depan,” kata Benyamin yang akrab disapa Bang Ben mengenang perjalanan panjang sahabatnya.

Benyamin mengungkapkan kepemimpinan tak harus selalu bertali pada jabatan. Ia bisa hadir di dunia usaha, pemberdayaan masyarakat, hingga menjadi inspirasi generasi berikutnya. Dan semua itu ada pada diri Slamet Budhi Mulyanto.

Bagi para jurnalis keberadaan Slamet Budhi itu nampaknya banyak kesan baik yang ditinggalkan karena pejabat esselon 2 yang pernah menempati posisi jabatan Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Bina Marga itu dikenal loyal dan care kepada sejumlah wartawan tanpa melihat berasal dari media mana asal dihubungi pasti merespons baik dengan sapaan akrab “ada apa Dek…” Dan nampaknya tak akan ada lagi yang menyebut Dek pasca pensiunnya beliau. (***)

Berita Terkait

Catatan Diskusi Reboan Media Center DPRD Kabupaten Tangerang, Profesi Wartawan Tidak Ada Pensiunan
Menelusuri Jejak Keturunan Ki Mawuk, Putra Bangsawan Banten yang Terlahir dari Putri Tionghoa
Innalillahi Wa’innailaihi Rojiuun, Haji Hariri Sekum LPTQ Telah Berpulang ke Rahmatullah…
Setahun Kepemimpinan Maesyal-Intan, Ini Catatan Kritis Deden Umardani Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Fraksi PDIP
Dulu Menjadi Tangan Kanan, Inilah Alasan Mengapa Harmoko Akhirnya ‘Meninggalkan’ Pak Harto di Tahun 1998
Menaikkan Target Pendapatan Retribusi Sampah di Kabupaten Tangerang itu Salah Kaprah Justru Harusnya Dihapuskan
Mau Menikah Tahun 2026, Inilah Persyaratan Administrasi yang harus Disiapkan
Dari Warung Sate ke Peta Dunia: Kisah Mbah Moedjair, Lelaki yang Mengubah Nasib Lewat Seekor Ikan
Berita ini 141 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 09:04 WIB

Slamet Budhi Kepala Bapenda itu Telah Purna Tugas, Tak Ada Lagi Sapaan ‘Dek Kepada Wartawan

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:29 WIB

Catatan Diskusi Reboan Media Center DPRD Kabupaten Tangerang, Profesi Wartawan Tidak Ada Pensiunan

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:05 WIB

Menelusuri Jejak Keturunan Ki Mawuk, Putra Bangsawan Banten yang Terlahir dari Putri Tionghoa

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:55 WIB

Innalillahi Wa’innailaihi Rojiuun, Haji Hariri Sekum LPTQ Telah Berpulang ke Rahmatullah…

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:58 WIB

Setahun Kepemimpinan Maesyal-Intan, Ini Catatan Kritis Deden Umardani Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Fraksi PDIP

Berita Terbaru

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menandatangani Pembukaan Festival Kampung Budaya Kemuning Kecamatan Legok

Kabupaten Tangerang

Bupati Tangerang Membuka Festival Kampung Budaya Kemuning Kecamatan Legok

Senin, 27 Jul 2026 - 17:34 WIB