TERHITUNG MULAI SATU JULI DUA RIBU DUA ENAM salah satu pejabat eselon dua Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tangerang Slamet Budi Mulyanto purna tugas (pensiun) selaku Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan sejak itu harus rela melepas segala atribut yang melekat pada dirinya pada jabatan terakhir Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), salah satu instansi yang tugasnya mengelola keuangan daerah diwilayah yang dijuluki Kota Seribu Industri itu.
Slamet Budhi putera dari Drs. H. Soejoed Bupati Ciamis (1978-1983) itu sejak mulai bekerja di Pemda Kabupaten Tangerang nampaknya jalan mulus posisi jabatannya selalu menyertainya tentunya bukan karena ia berasal dari keluarga yang mayoritas Pejabat di pemerintahan namun karena prestasi kinerjanya yang bagus dan mampu mengangkat reputasi instansi dimanapun ditempatkan.
Di balik sikap low profile itu, Slamet Budhi menorehkan tinta emas untuk Kabupaten Tangerang. The Leader Magazine Award 2025 dari Seven Media Asia datang atas kepemimpinan visionernya. Digiwara Award 2025 menyusul, berkat lonjakan penerimaan pajak daerah 17 persen. Sebelumnya, ia menjadi motor di balik raihan APBD Award 2024 untuk Pendapatan Asli Daerah tertinggi se-Provinsi Banten.
Gelar Doktor Ilmu Pemerintahan dari IPDN tahun 2023 dengan predikat sangat memuaskan hanya menegaskan satu hal: kecerdasan dan integritasnya bukan kebetulan. Ia memodernisasi layanan pajak tanpa gaduh. Ia turun ke masyarakat tanpa atribut.
Sikap itu ia warisi dari sang ayah, Drs. H. Soejoed, Bupati Ciamis (1978-1983). Sejak menjabat camat hingga Kepala Bapenda, Slamet Budhi tak pernah membawa jabatan ke lingkungan tempat tinggal. Ia menolak sopir pribadi. Ia lebih nyaman menyetir sendiri, bahkan saat keluar kota.
“Lebih santai. Kalau capek ya istirahat, sambil belanja kebutuhan warung,” ujarnya sambil tertawa.
Sebagai owner Warung Bambu di Ciater, Serpong, Tangerang Selatan, ia terbiasa mengelola waktu sendiri. Kegiatan akhir pekan itu ia jalani bersama sang istri, Nurhaidah, yang sama gemar berbelanja. Ia mau mengantri, berbaur dengan pedagang bakso untuk menggiling daging di tempat penggilingan di pasar tradisional.
Sisi lain dari birokrat kalem ini adalah hobi yang menantang: offroad. Menaklukkan lumpur, sungai, dan bebatuan menjadi cara ia mengasah nyali. Hobi itu ia tularkan pada ketiga putranya; Muhammad Adgifary, Muhammad Nazhari Taris dan Tezar Maulana Zaky
Tak berhenti di sana, ia juga berhasil menjadi ayah sekaligus motivator yang mendorong anak-anaknya meneruskan bisnis keluarga.
Hari ini, entitas bisnis keluarga Slamet Budhi terus bertumbuh. Warung Bambu, usaha cuci kendaraan Cleangasm, dan kafe Pitcup tak pernah sepi pelanggan. Dari tangan dingin keluarga ini lahir ekosistem yang menghidupi banyak orang.
Slamet Budhi telah berbagi pengalaman dan kisah usahanya yang telah disiapkan sejak dini, jauh sebelum apel terakhir tiba. Satu dasawarsa silam ia memulai usaha sesuai hobi, mengerjakannya sepenuh hati. Dan waktu membuktikan, usaha tak pernah mengkhianati hasil.
Salah satu rekan kerja Slamet Budhi yang juga kini menjabat Bupati Tangerang Moch.Maesyal Rasyid pun menyampaikan kalau Slamet Budhi, sahabat dekatnya sejak masa kuliah di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri Jatinangor, Jawa Barat itu jaringan pertemanan luas dan sikap luwes di berbagai situasi.
“Budhi pandai bergaul, jaringannya luas, dan bisa menempatkan diri di mana saja. Makanya saya sering mempercayakan dia untuk hadir mewakili saya di acara resmi,” ujar Maesyal, Bupati Tangerang 2025-2030.
Loyalitas Slamet Budhi juga menjadi nilai tambah. Menurut Maesyal, ia tidak pernah menolak tugas kedinasan dan selalu melaksanakannya tanpa keluhan. “Dia selalu siap. Loyalitasnya layak dicontoh, para ASN ” katanya.
Hal senada juga disampaikan sahabat Slamet Budhi yaitu Benyamin Davnie Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), ia menyebut sejak kenal Slamet ketika bersama mengabdi dilingkungan Kantor Pemda Kabupaten Tangerang sewaktu kantornya masih di Kota Tangerang.
““Budhi ini tipikal pemimpin masa depan,” kata Benyamin yang akrab disapa Bang Ben mengenang perjalanan panjang sahabatnya.
Benyamin mengungkapkan kepemimpinan tak harus selalu bertali pada jabatan. Ia bisa hadir di dunia usaha, pemberdayaan masyarakat, hingga menjadi inspirasi generasi berikutnya. Dan semua itu ada pada diri Slamet Budhi Mulyanto.
Bagi para jurnalis keberadaan Slamet Budhi itu nampaknya banyak kesan baik yang ditinggalkan karena pejabat esselon 2 yang pernah menempati posisi jabatan Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Bina Marga itu dikenal loyal dan care kepada sejumlah wartawan tanpa melihat berasal dari media mana asal dihubungi pasti merespons baik dengan sapaan akrab “ada apa Dek…” Dan nampaknya tak akan ada lagi yang menyebut Dek pasca pensiunnya beliau. (***)










