Disdik Kabupaten Tangerang Kritik BGN usai Muncul Wacana Pengangkatan PPPK Bagi Petugas SPPG

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid saat meninjau salah satu dapur SPPG MBG di Desa Jambe Kabupaten Tangerang beberapa waktu lalu

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid saat meninjau salah satu dapur SPPG MBG di Desa Jambe Kabupaten Tangerang beberapa waktu lalu

KABUPATEN TANGERANG — Wacana pengangkatan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) oleh Badan Gizi Nasional mendapat kritik pedas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Banten.

Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Agus Supriatna, wacana tersebut menimbulkan kecemburuan sosial di kalangan tenaga pengajar atau guru yang masih berstatus honorer.

“Sudah ada omongan-omongan dari para guru mengenai kebijakan itu. Daripada kuota PPPK itu buat petugas MBG, mendingan buat guru,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (22/1/2026).

Agus menjelaskan di Kabupaten Tangerang saat ini masih ada 500 guru honorer dengan gaji rendah, mulai Rp950.000 sampai Rp2.000.000.

“Guru-guru yang digaji dari bantuan operasional penyelenggaraan pendidikan atau BOP, paling kecil itu kan sekitar Rp940 ribu, yang paling besar itu Rp2 juta,” paparnya.

Agus menilai kebijakan pengangkatan PPPK bagi petugas SPPG merupakan sikap nir-empati terhadap pengabdian para guru-guru di daerah yang selama ini berjuang untuk mencerdaskan anak bangsa.

“Guru-guru yang mengajar sampai puluhan tahun, mereka berjuang sedemikian rupa tapi sepertinya kebijakan yang disampaikan pemerintah itu tidak berempati kepada guru,” ungkapnya.

Dia menegaskan pihaknya akan mendesak pemerintah pusat untuk kembali membuka penerimaan PPPK untuk para guru yang masih berstatus honorer jika kebijakan pengangkatan PPPK bagi petugas SPPG tetap dilakukan.

“Pengangkatan PPPK itu terakhir di tahun 2025, setelah itu enggak ada lagi. Tapi kalau kebijakan itu tetap diberlakukan, kita akan dorong lagi guru-guru honorer untuk diangkat PPPK. Kita pasti akan memperjuangkan itu,” tegasnya.

(Tribunnews)

Baca Juga :  Bupati Maesyal ; "Saya minta SPPG, Camat, OPD, Kades dan semua unsur terkait gotong-royong sukseskan program MBG"

Berita Terkait

Uji Kelayakan Calon Mahasiswa, Pemkab Tangerang Gelar Seleksi Ketat Wawancara Beasiswa Gemilang
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRASI BEASISWA TANGERANG GEMILANG 2026
Peringatan Hardiknas 2026 Kinerja Disdik Kabupaten Tangerang Dipertanyakan, Angka Putus Sekolah Tetap 21 Ribu
Wow, Rp 25,5 Milyar APBD 2026 Digelontorkan untuk Beasiswa Tangerang Gemilang, Kuliah 679 Orang Bakal Dibiayai
Universitas Dharma Indonesia Gelar Seminar Nasional tentang KUHP dan KUHAP Baru, Dibuka Bupati Tangerang dan Hadirkan Prof Muzakir Pakar Pidana
Dunia Pendidikan di Kabupaten Tangerang masih ‘Kusut’, Kurang Guru, Kurang Kelas, Angka Putus Sekolah Tinggi
Siswa SDN Budimulya Cikupa yang Kepalanya Benjol Tertimpa Plavon Ruang Kelas yang Ambruk Dibantah Kabid SD Disdik dan Kepsek
Waduh, Plavon Ruang Kelas SDN Budimulya Cikupa Jebol, Diduga Ada Korban Kepala Siswa Benjol
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:29 WIB

Uji Kelayakan Calon Mahasiswa, Pemkab Tangerang Gelar Seleksi Ketat Wawancara Beasiswa Gemilang

Senin, 4 Mei 2026 - 17:27 WIB

Peringatan Hardiknas 2026 Kinerja Disdik Kabupaten Tangerang Dipertanyakan, Angka Putus Sekolah Tetap 21 Ribu

Kamis, 23 April 2026 - 21:27 WIB

Wow, Rp 25,5 Milyar APBD 2026 Digelontorkan untuk Beasiswa Tangerang Gemilang, Kuliah 679 Orang Bakal Dibiayai

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:49 WIB

Universitas Dharma Indonesia Gelar Seminar Nasional tentang KUHP dan KUHAP Baru, Dibuka Bupati Tangerang dan Hadirkan Prof Muzakir Pakar Pidana

Rabu, 25 Februari 2026 - 09:10 WIB

Dunia Pendidikan di Kabupaten Tangerang masih ‘Kusut’, Kurang Guru, Kurang Kelas, Angka Putus Sekolah Tinggi

Berita Terbaru