Banjir Kembali Melanda Perumahan Mustika Tigaraksa Ketinggian Air Mencapai 1 Meter, Warga Butuh Bantuan…

Senin, 6 April 2026 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber Foto; beritasatu.com

Sumber Foto; beritasatu.com

KABUPATEN TANGERANG — Untuk kesekian kalinya kawasan Perumahan Mustika Tigaraksa dilanda banjir dan sepertinya sejak perumahan tersebut berdiri nyaris tak pernah absen hampir setiap 3 bulan tak luput dari ganasnya luapan air dari sungai (lebarnya sama dengan saluran air), dan saat ini pun kembali terjadi.

Menurut informasi, saat ini banjir yang melanda Perumahan itu terjadi sejak Minggu malam Senin (6/4/2026) dan mungkin terparah karena ketinggian air mencapai 1 meter, seperti biasanya baniir disebabkan tingginya intensitas hujan dan sungai/saluran air tak sanggup menampung sehingga meluap dan masuk ke perumahan tersebut.

Diketahui genangan air merendam ratusan rumah warga Perumahan yang berlokasi di dua desa yaitu Desa Pasirnangka dan Desa Matagara Kecamatan Tigaraksa itu ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 1 meter. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga lumpuh, sementara sebagian besar memilih bertahan di dalam rumah masing-masing.

Ketua RT 05 RW 09, Teguh Handoyo, mengatakan sedikitnya 150 rumah terdampak banjir yang tersebar di lima rukun tetangga (RT). “Banjirnya sudah sejak kemarin, ada lima RT yang terdampak, sekitar 150 rumah yang terendam banjir, dan makin parah ketika tanggul anak sungai jebol gak kuat nahan air luapan,” ungkap Teguh.

“Panjang tanggul yang jebol itu panjangnya sekitar 12 meter dan sudah disurvei sama Bupati, cuma sampai sekarang belum ada realisasinya,” ungkap Teguh.

Teguh mengatakan, hingga saat ini sebagian warga masih bertahan di rumah tanpa bantuan dari pemerintah, sementara warga lainnya memilih mengungsi ke rumah kerabat.

Ia menambahkan, kebutuhan mendesak warga saat ini adalah pasokan makanan siap saji, mengingat akses untuk membeli kebutuhan sehari-hari terhambat akibat genangan air.

“Kebutuhan yang paling mendesak itu makanan karena mobilitas warga untuk membeli makanan susah, jalanannya terendam,” katanya.

(Red)

Baca Juga :  Kebakaran TPA Jatiwaringin Jadi Alarm Pentingnya Hentikan Open Dumping

Berita Terkait

Bupati Tangerang Hadiri Apel Akbar Asosiasi Linmas se-Indonesia
Bupati Tangerang Apresiasi ABPEDNAS Bersama Kejaksaan Agung RI Perkuat Program Jaga Pangan dan Dorong Kemandirian Ekonomi Desa
Seskab Teddy Meninjau Sekolah Rakyat PPI Curug Kecamatan Legok, Disambut Gubernur Banten dan Bupati Tangerang
Puluhan Ribu Jiwa di Kabupaten Tangerang Krisis Air Bersih, Warga Minta Dibantu Tidak Waktu Ada Kunjungan Pejabat Saja
Jamintel Reda Manthovani dan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana Meninjau Pelaksanaan MBG di SKhN Kabupaten Tangerang
Alhamdulillah Hari Ke-11 Penanganan Kebakaran, Bupati Tangerang Pastikan TPA Jatiwaringin Padam Total
Kemenkes Minta Warga Sekitar TPA Jatiwaringin Waspada Bila Muncul Gejala Ini
Hari ke-10 Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ketika Ikhtiar Sudah Maksimal Tapi Belum Berhasil maka Berdoalah…
Berita ini 94 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:43 WIB

Bupati Tangerang Hadiri Apel Akbar Asosiasi Linmas se-Indonesia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Bupati Tangerang Apresiasi ABPEDNAS Bersama Kejaksaan Agung RI Perkuat Program Jaga Pangan dan Dorong Kemandirian Ekonomi Desa

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Seskab Teddy Meninjau Sekolah Rakyat PPI Curug Kecamatan Legok, Disambut Gubernur Banten dan Bupati Tangerang

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:29 WIB

Puluhan Ribu Jiwa di Kabupaten Tangerang Krisis Air Bersih, Warga Minta Dibantu Tidak Waktu Ada Kunjungan Pejabat Saja

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:55 WIB

Jamintel Reda Manthovani dan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana Meninjau Pelaksanaan MBG di SKhN Kabupaten Tangerang

Berita Terbaru