KABUPATEN TANGERANG — Kebakaran yang terjadi pada tumpukan menggunung sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, yang terjadi sejak Selasa (30/6/26) hingga hari ini (Minggu, 4/7/26) nampak masih berlanjut belum reda 100%, bahkan infonya luas yang terdampak diperkirakan mencapai 15 hektare.
Sejumlah Petugas pemadam kebakaran gabungan baik dari Pemkab Tangerang dan daerah tetangga di Provinsi Banten yang turut membantu berhari-hari mengarahkan selang air bertekanan tinggi ke titik-titik asap dan tim Manggala Agni juga dikerahkan untuk melakukan pemadaman di titik-titik yang sulit dijangkau, dibantu penyiraman dari udara melalui helikopter water bombing milik BNPB.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam laporan menyebutkan 102 warga mengungsi akibat kepulan asap dan dia memastikan tim medis telah disiagakan secara terus menerus selama 24 jam di lokasi pengungsian dan tempat terdampak guna mengantisipasi dampak buruk berupa infeksi saluran pernapasan akut (ispa) terhadap masyarakat.
Berdasarkan analisis video drone thermal yang dilakukan Kementerian Lingkuhan Hidup, terdeteksi adanya ratusan titik panas yang tersebar di berbagai titik tumpukan sampah dengan kedalaman 20-30 meter dan faktor adanya kandungan gas metana dalam TPA meningkatkan risiko ledakan yang membuat penanganan menjadi lebih kompleks karena lokasi TPA yang berdekatan dengan permukiman warga.
(Red)










